batiks_kcl

http://lib.itenas.ac.id. Mahasiswa dari jurusan Desain Interior, Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual FSRD tingkat I menyelenggarakan kegiatan terjun ke masyarakat bekerjasama dengan Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) dan perusahaan batik Komar dalam acara “Kirab Batik Terpanjang Dunia”  pada bulan Oktober 2010. Mereka  menjadi “volunteer” alias tenaga yang benar-benar suka  dan rela untuk bekerja mengarak ratusan meter kain batik terpanjang di dunia itu.

Diawali briefing kepada mahasiswa yang mengenakan jaket almamater berwarna jingga bertempat di halaman rumah dinas wakil gubernur Jawa Barat Dede Yusuf jl. Ir. H .Juanda No 115. Ketua YBJB adalah Ibu Sendy Yusuf istri dari pak wagub. Sekitar pukul 8 pagi acara dimulai dengan sambutan dari ketua YBJB ibu Sendy Yusuf yang menjelaskan tujuan dan makna acara Kirab Batik Terpanjang Dunia kepada hadirin dan wartawan, yaitu untuk menghargai kiprah dan jerih payah para leluhur nenek moyang bangsa Sunda yang telah melestarikan ragam hias dan budaya membatik di tatar Parahyangan propinsi Jawa Barat.

Selain itu kirab ini juga bertujuan mensosialisasikan batik Jawa Barat dan Indonesia kepada masyarakat bandung, khususnya yang hadir di kawasan Dago Car Free Day dalam bentuk eduwisata atau wisata pendidikan, sehingga masyarakat yang datang untuk bersantai, berolahraga dan refreshing  mendapat masukan pengetahuan budaya. Bu Sendy menjelaskan kain batik terpanjang tersebut memiliki ukuran lebar kain 110cm dan panjang 447meter bahan kain sutera tanpa sambungan, terdiri dari 407 motif yang berasal dari Nangroe Aceh Darusalam hingga Papua dan 112 komposisi warna. Di setiap blabar kain (bagian kain per 1 meter), ada bagian motif dasar yang cap, ada yang full tulis, ada yang kombinasi cap – tulis.

Kain batik karya Batik Komar ini dikerjakan 18 bulan dengan melibatkan 50 pembatik Cirebon dan selesai Agustus 2005 (rekor MURI dan Guinnes World of Record 2005 yang digelar mengelilingi Gedung Sate).
Para peserta kirab yang terdiri dari komunitas sepeda baheula/onthel Bandung, mahasiswa FSRD-Itenas dan ITB, berjalan sambil membawa memegang kain yang direntangkan vertical sesuai lebar kain yang diulur terus hinggga kea rah bawah/selatan di Galeri Cita Batik di seberang Liceum Dago.

Ratusan mahasiswa Laskar Jingga FSRD-Itenas berbaris rapih dengan jarak dua meter membawa blabar kain meliuk-liuk di antara ribuan warga yang hadir terlihat indah dan spektakuler. Kirab itu bagaikan ular naga yang panjang melata di sepanjang jalan Dago. Motif batiknya ibarat sisik-sisik sementara warna jingga jaket almamater Itenas menjadi aksentuasi yang mencolok bergerak dinamis. Mahasiswa demikian semangat dan gembira karena respon masyarakat yang antusias dengan melihat memegang dan menanyakan jenis-jenis motif yang ada serta berfoto dengan latar belakang kain batik tersebut.  Saya sendiri tak henti-hentinya menjelaskan melalui megaphone kepada public tentang event tersebut serta siapa laskar jingga itu.

Acara berakhir di Galeri Cita Batik dengan  nuansa Jingga memenuhi wilayah tersebut dan mahasiswa berfoto bersama dengan ibu Sendy serta makan siang bersama, sungguh sebuah acara yang mengesankan yang secara tidak langsung dapat mempromosikan FSRD dan Itenas. Semoga semua jerih payah ini memang bermanfaat positif bagi kita semua.(Cak Djalu)

[Sumber: Buletin Itenas]