Peranan Hedging dalam Bisnis Global

Dalam era bisnis global, lalu lintas transaksi mata uang (foreign Exchange/Forex) akan menjadi semakin besar. Perdagangan dengan menggunakan forex sangat rapuh terhadap perubahan kurs mata uang asing. Suatu perusahaan multi nasional atau perusahaan domestic yang berhubungan bisnis dengan perusahaan multi nasional, harus sangat berhati hati dalam proses bisnis dengan forex ini.

Masih segar dalam ingatan kita, dalam masa krisis moneter yang lalu nilai kurs rupiah terhadap US Dollar (USD) melemah dengan amat tajam dari semula Rp. 2.500,00/USD menjadi paling lemah sekitar Rp. 15.000,00/USD. Walaupun di jaman  reformasi ini, mata uang rupiah sudah membaik, tetapi terlihat bahwa nilai mata uang rupiah terhadap forex sangat volatile, tidak saja terhadap peristiwa-peristiwa ekonomi, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek lain seperti politik, social, keamanan, dll yang menciptakan sentiment pasar. Jika resiko karena mata uang ini (cuurency risk) tidak dikelola dengan baik, maka akan berakibat fatal bagi suatu perusahaan. Pada gilirannya seperti pada masa krismon hingga saat ini – banyak perusahaan yang bangkrut dan lebih jauh akan berdampak amat negative terhadap sector usaha terkait.

Selain itu di saat perdagangan global makin agresif, maka perdagangan kertas-kertas berharga seperti saham, bond dll menjadi sangat beresiko. Perusahaan perusahaan yang sudah mapan pun dapat bangkrut dan nilai kertas-kertas berharganya dapat terjun bebas. Contoh yang paling banyak dibicarakan adalah perusahaan ENRON yang sahamnya terjun sekitar USD 60 menjadi 61 cent dalam kurang 1 tahun.

Dibuat oleh: Mamiek Nur Utami, Ir., M.M.
Sumber: Koran Pikiran Rakyat – Bandung, Senin, 8 April 2002.