{"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=3903":{"http:\/\/www.w3.org\/1999\/02\/22-rdf-syntax-ns#type":[{"type":"uri","value":"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#Post"},{"type":"uri","value":"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/types#BlogPost"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/title":[{"type":"literal","value":"Penerapan Metode Direct Linear Transformation dalam Penentuan Distorsi Kamera Non Metrik"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/terms\/identifier":[{"type":"literal","value":"3903","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#integer"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/modified":[{"type":"literal","value":"2014-05-06","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#date"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/created":[{"type":"literal","value":"2014-05-05","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#date"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#link":[{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=3903"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#has_creator":[{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6#account"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#has_container":[{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#posts"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/abstract":[{"type":"literal","value":""}],"http:\/\/purl.org\/rss\/1.0\/modules\/content\/encoded":[{"type":"literal","value":"<![CDATA[<p style=\"text-align: justify;\">Distorsi Lensa dapat menyebabkan posisi pada suatu citra fotografik mengalami perubahan dari lokasi yang sebenarnya, sehingga kualitas spasial serta geometrik menjadi berkurang. Untuk mendapatkan informasi spasial yang akurat dari suatu citra fotografik hasil pemotretan kamera non metrikmaka setiap jenis koreksi harus diberikan, salah satu di antaranya yaitu kalibrasi kamera. Kalibrasi kamera merupakan suatu proses untuk menentukan elemen orientasi dalam dan distorsi lensa pada suatu objek. Secara umum terdapat duametode yang digunakan dalam kalibrasi kamera yaitu laboratorium dan test field.\r\nMetode yang digunakan untuk mengevaluasi distorsi lensa yang terjadi pada citra fotografik dalam studi ini yaitu metode Direct\u00a0 inear Transformation, dimana metode ini merupakan pengembangan dari cara kalibrasi berdasarkan data hasil tes laboratorium. Metode ini dimulai dengan memotret templet grid yang dibuat dari bahan fiber dengan ukuran 40 cm x 30 cm. Setiap sel templet grid digaris dengan tanganyang ukurannya 2,5 cm x 2,5 cm. Pada saat pemotretan diasumsikan sumbusumbu optik dari kamera tegak lurus templet grid. Pemotretan citra fotografik dilakukan dalam jarak yang berbeda-beda yaitu 0,8 m, 1,2 m dan 1,4 m. Dari ketiga jarak pemotretan citra fotografik tersebut masing-masing ditentukan titik sekutu sebanyak 12 buah, untuk melakukan transformasi Direct Linear Transformation. Dimana pemecahan parameter transformasinya dilakukan dengan hitung perataan parameter. Dari ketiga jarak pemotretan didapatkan bahwa kualitas spasial citra fotografik cenderung menjadi berkurang pada posisi titik-titik templet grid yang jauh dari titik utama , namun dengan dilakukan kalibrasi kamera posisi titik-titik grid terdistorsi ditransformasikan menggunakan metode Direct Linear Transformation sehingga kembali menjadi posisi yang sebenarnya(kondisi ideal). Dari ketiga jarak pemotretan, kondisi ideal (kolinear) hasil transformasi tercipta pada jarak 1,2 m hal\u00a0 ini terbukti dari uji statistik parameter transformasinya paling banyak diterima dengan tingkat signifikasi 10 % dan 5 % dimana parameter yang ditolaknya hanya parameter distorsi lensa decentering yang pada umumnya besarnya kecil dan diabaikan.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Dibuat Oleh : Bambang Rudianto\r\nAlamat e-mail : rudianto@itenas.ac.id\r\nKata kunci : Distorsi Lensa, Kalibrasi Kamera, Metode Direct Linear Transformation\r\nKeterangan\u00a0 :\u00a0 Karya Ilmiah ini merupakan Laporan Penelitian<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\"><a title=\"DLTR\" href=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/DLT_R.pdf\" target=\"_blank\">Penerapan Metode Direct Linear Transformation dalam Penentuan Distorsi Kamera Non Metrik<\/a><\/p>]]>","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/1999\/02\/22-rdf-syntax-ns#XMLLiteral"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#content":[{"type":"literal","value":"Distorsi Lensa dapat menyebabkan posisi pada suatu citra fotografik mengalami perubahan dari lokasi yang sebenarnya, sehingga kualitas spasial serta geometrik menjadi berkurang. Untuk mendapatkan informasi spasial yang akurat dari suatu citra fotografik hasil pemotretan kamera non metrikmaka setiap jenis koreksi harus diberikan, salah satu di antaranya yaitu kalibrasi kamera. Kalibrasi kamera merupakan suatu proses untuk menentukan elemen orientasi dalam dan distorsi lensa pada suatu objek. Secara umum terdapat duametode yang digunakan dalam kalibrasi kamera yaitu laboratorium dan test field.\r\nMetode yang digunakan untuk mengevaluasi distorsi lensa yang terjadi pada citra fotografik dalam studi ini yaitu metode Direct\u00a0 inear Transformation, dimana metode ini merupakan pengembangan dari cara kalibrasi berdasarkan data hasil tes laboratorium. Metode ini dimulai dengan memotret templet grid yang dibuat dari bahan fiber dengan ukuran 40 cm x 30 cm. Setiap sel templet grid digaris dengan tanganyang ukurannya 2,5 cm x 2,5 cm. Pada saat pemotretan diasumsikan sumbusumbu optik dari kamera tegak lurus templet grid. Pemotretan citra fotografik dilakukan dalam jarak yang berbeda-beda yaitu 0,8 m, 1,2 m dan 1,4 m. Dari ketiga jarak pemotretan citra fotografik tersebut masing-masing ditentukan titik sekutu sebanyak 12 buah, untuk melakukan transformasi Direct Linear Transformation. Dimana pemecahan parameter transformasinya dilakukan dengan hitung perataan parameter. Dari ketiga jarak pemotretan didapatkan bahwa kualitas spasial citra fotografik cenderung menjadi berkurang pada posisi titik-titik templet grid yang jauh dari titik utama , namun dengan dilakukan kalibrasi kamera posisi titik-titik grid terdistorsi ditransformasikan menggunakan metode Direct Linear Transformation sehingga kembali menjadi posisi yang sebenarnya(kondisi ideal). Dari ketiga jarak pemotretan, kondisi ideal (kolinear) hasil transformasi tercipta pada jarak 1,2 m hal\u00a0 ini terbukti dari uji statistik parameter transformasinya paling banyak diterima dengan tingkat signifikasi 10 % dan 5 % dimana parameter yang ditolaknya hanya parameter distorsi lensa decentering yang pada umumnya besarnya kecil dan diabaikan.\r\nDibuat Oleh : Bambang Rudianto\r\nAlamat e-mail : rudianto@itenas.ac.id\r\nKata kunci : Distorsi Lensa, Kalibrasi Kamera, Metode Direct Linear Transformation\r\nKeterangan\u00a0 :\u00a0 Karya Ilmiah ini merupakan Laporan Penelitian\r\nPenerapan Metode Direct Linear Transformation dalam Penentuan Distorsi Kamera Non Metrik"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#topic":[{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=118"},{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=147"},{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=distorsi-lensa"},{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=kalibrasi-kamera"},{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=metode-direct-linear-transformation"}]},"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6#account":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6&feed=lhrdf&format=json"}]},"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=118":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=118&feed=lhrdf&format=json"}]},"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=147":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=147&feed=lhrdf&format=json"}]},"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=distorsi-lensa":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=distorsi-lensa&feed=lhrdf&format=json"}]},"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=kalibrasi-kamera":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=kalibrasi-kamera&feed=lhrdf&format=json"}]},"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=metode-direct-linear-transformation":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=metode-direct-linear-transformation&feed=lhrdf&format=json"}]}}