{"id":4910,"date":"2016-07-14T03:09:05","date_gmt":"2016-07-14T03:09:05","guid":{"rendered":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910"},"modified":"2016-07-14T03:09:05","modified_gmt":"2016-07-14T03:09:05","slug":"tinjauan-potensi-timbulan-kondensat-ac-sebagai-sumber-alternatif-dalam-konservasi-air","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910","title":{"rendered":"Tinjauan Potensi Timbulan Kondensat AC sebagai Sumber Alternatif dalam Konservasi Air"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan iklim yang mengakibatkan periode musim kemarau yang lebih panjang dan lebih ekstrem, menyebabkan sebagian besar masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih di musim kemarau. Dalam kondisi seperti inilah air dengan kualitas air minum dirasakan sangat berharga, dan tidak sepantasnya digunakan untuk keperluan yang tidak mensyaratkan kualitas air minum, seperti untuk menyiram kebun dan tanaman atau menggelontor toilet. Pemanfaatan kembali greywater, atau air bekas memegang peranan penting dalam konservasi air. Dibandingkan dengan sumber air bekas lainnya, yaitu dari wastafel, air bekas mandi, dan air bekas wudhu, maka kondensat AC memiliki kelebihan dari segi kualitas karena proses kondensasi yang dialaminya. Hal ini disebabkan air tersebut telah terdestilasi ketika terbentuk pada koil kondensat AC. Tujuan dari makalah ini adalah untuk membandingkan potensi pemanfaatan kembali timbulan kondensat AC selain mengidentiJ;kasi ruang lingkup (scope) yang tersedia bagi penelitian lanjutan. Hasil yang diperoleh adalah potensi penggunaan kembali timbulan kondensat ACpada bangunan komersil dengan luas bangunan di atas sekitar 9.280 m2. Penelitian lebih lanjut untuk kuantzjhsi timbulannya terkait pemenuhan salah satu persyaratan Bangunan Hijau adalah dengan melakukan penelitian lebih rinci terhadap parameter yang mempengaruhi timbulan kondensat AC. Sehingga, penerapan pengumpulan dun pemanfaatan ulang kondensat AC di bangunan komersil di Indonesia sebagai salah satu upaya konservasi air dapat dilakukan. Hal ini sangat berkontribusi dalam upaya konservasi terhadap penggunaan air bersih.<\/p>\n<p><strong>Dibuat oleh : Dyah Asri Handayani Taroepratjeka<\/strong><br \/>\n<strong>Alamat e-mail : dyahasri@itenas.ac.id<\/strong><br \/>\n<strong>Kata kunci :\u00a0 konservasi air, kondensat AC, greywater, bangunan hijau<\/strong><br \/>\n<strong>Keterangan : Karya ilmiah ini dimuat\u00a0 pada <\/strong><strong>Jurnal Itenas Rekayasa \u00a9 LPPM Itenas\u00a0 Edisi No. 2\/XVIII <span id=\"OBJ_PREFIX_DWT64_com_zimbra_date\" class=\"Object\">April 2014<\/span> ISSN: 1410-3125<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Binder1.pdf\">Tinjauan Potensi Timbulan Kondensat AC sebagai Sumber Alternatif dalam Konservasi Air<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perubahan iklim yang mengakibatkan periode musim kemarau yang lebih panjang dan lebih ekstrem, menyebabkan sebagian besar masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih di musim kemarau. Dalam kondisi seperti inilah air dengan kualitas air minum dirasakan sangat berharga, dan tidak sepantasnya digunakan untuk keperluan yang tidak mensyaratkan kualitas air minum, seperti untuk menyiram kebun dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,177],"tags":[2034,2026,2025,2024],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tinjauan Potensi Timbulan Kondensat AC sebagai Sumber Alternatif dalam Konservasi Air - Karya Tulis Ilmiah Itenas<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tinjauan Potensi Timbulan Kondensat AC sebagai Sumber Alternatif dalam Konservasi Air - Karya Tulis Ilmiah Itenas\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perubahan iklim yang mengakibatkan periode musim kemarau yang lebih panjang dan lebih ekstrem, menyebabkan sebagian besar masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih di musim kemarau. Dalam kondisi seperti inilah air dengan kualitas air minum dirasakan sangat berharga, dan tidak sepantasnya digunakan untuk keperluan yang tidak mensyaratkan kualitas air minum, seperti untuk menyiram kebun dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-07-14T03:09:05+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Asep Kamaludin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Asep Kamaludin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910\",\"url\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910\",\"name\":\"Tinjauan Potensi Timbulan Kondensat AC sebagai Sumber Alternatif dalam Konservasi Air - Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website\"},\"datePublished\":\"2016-07-14T03:09:05+00:00\",\"dateModified\":\"2016-07-14T03:09:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tinjauan Potensi Timbulan Kondensat AC sebagai Sumber Alternatif dalam Konservasi Air\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website\",\"url\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/\",\"name\":\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"description\":\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9\",\"name\":\"Asep Kamaludin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Asep Kamaludin\"},\"url\":\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tinjauan Potensi Timbulan Kondensat AC sebagai Sumber Alternatif dalam Konservasi Air - Karya Tulis Ilmiah Itenas","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tinjauan Potensi Timbulan Kondensat AC sebagai Sumber Alternatif dalam Konservasi Air - Karya Tulis Ilmiah Itenas","og_description":"Perubahan iklim yang mengakibatkan periode musim kemarau yang lebih panjang dan lebih ekstrem, menyebabkan sebagian besar masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih di musim kemarau. Dalam kondisi seperti inilah air dengan kualitas air minum dirasakan sangat berharga, dan tidak sepantasnya digunakan untuk keperluan yang tidak mensyaratkan kualitas air minum, seperti untuk menyiram kebun dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910","og_site_name":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","article_published_time":"2016-07-14T03:09:05+00:00","author":"Asep Kamaludin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Asep Kamaludin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910","url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910","name":"Tinjauan Potensi Timbulan Kondensat AC sebagai Sumber Alternatif dalam Konservasi Air - Karya Tulis Ilmiah Itenas","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website"},"datePublished":"2016-07-14T03:09:05+00:00","dateModified":"2016-07-14T03:09:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=4910#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tinjauan Potensi Timbulan Kondensat AC sebagai Sumber Alternatif dalam Konservasi Air"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website","url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/","name":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","description":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9","name":"Asep Kamaludin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g","caption":"Asep Kamaludin"},"url":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6"}]}},"views":1873,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4910"}],"collection":[{"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4910"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4910\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4912,"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4910\/revisions\/4912"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4910"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4910"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4910"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}