{"id":5271,"date":"2017-11-07T07:15:36","date_gmt":"2017-11-07T07:15:36","guid":{"rendered":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271"},"modified":"2017-12-05T03:38:11","modified_gmt":"2017-12-05T03:38:11","slug":"5271","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271","title":{"rendered":"Akumulasi Regangan di Sumatera Berdasarkan Data Pengamatan GPS Tahun 2002-2008 dan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Pelepasan Regangan"},"content":{"rendered":"<p>Pulau Sumatera terletak di antara dua lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Intensitas gempa bumi sangat besar di pulau ini, terutama di sepanjang daerah pesisir barat. Pada 2002-2008 periode, banyak gempa bumi besar yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan. Fenomena ini menunjukkan bahwa studi tentang pola deformasi pulau Sumatera sangat diperlukan. Studi yang diperlukan adalah untuk rencana mitigasi bencana di masa depan. Pola deformasi gempa dapat diamati dengan GPS pengamatan (Global Positioning System). Data yang digunakan untuk gempa Sumatera adalah GPS Sumatera Array (SuGAr). Perangkat lunak yang digunakan untuk data Array GPS Sumatera dari pulau Sumatera adalah Gamit 10.4. Dari hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa data perpindahan koordinat stasiun dapat digunakan jika data outlier telah terhapus. Dari koordinat perpindahan stasiun bisa diperoleh vektor perpindahan semua stasiun sebelum, selama atau setelah gempa bumi. Dari perpindahan nilai-nilai vektor, nilai regangan yang terjadi di sepanjang pulau Sumatera dapat diperkirakan. Dari data regangan, nilai akumulasi regangan 2002-2008 dapat diperoleh. Sehingga dapat dianalisis wilayah yang berpotensi terjadinya gempa selanjutnya.<\/p>\n<p><strong>Dibuat oleh : <\/strong>Riko Maiyudi, Irwan Meilano, Dina Sarsito<br \/>\n<strong> Alamat e-mail: <\/strong>rikomaiyudi88@gmail.com<br \/>\n<strong> Kata kunci : <\/strong>Akumulasi Regangan , Deformasi, Kerusakan Lingkungan,<br \/>\n<strong>Keterangan: <\/strong>Karya ilmiah\u00a0 ini dimuat pada\u00a0Jurnal Rekayasa Hijau No.2 Vol. I ISSN 2550-1070 Juli 2017<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/jurnalonline.itenas.ac.id\/index.php\/rekayasahijau\/article\/view\/1630\">Akumulasi Regangan di Sumatera Berdasarkan Data Pengamatan GPS Tahun 2002-2008 dan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Pelepasan Regangan<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pulau Sumatera terletak di antara dua lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Intensitas gempa bumi sangat besar di pulau ini, terutama di sepanjang daerah pesisir barat. Pada 2002-2008 periode, banyak gempa bumi besar yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan. Fenomena ini menunjukkan bahwa studi tentang pola deformasi pulau Sumatera sangat diperlukan. Studi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,147],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Akumulasi Regangan di Sumatera Berdasarkan Data Pengamatan GPS Tahun 2002-2008 dan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Pelepasan Regangan - Karya Tulis Ilmiah Itenas<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Akumulasi Regangan di Sumatera Berdasarkan Data Pengamatan GPS Tahun 2002-2008 dan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Pelepasan Regangan - Karya Tulis Ilmiah Itenas\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pulau Sumatera terletak di antara dua lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Intensitas gempa bumi sangat besar di pulau ini, terutama di sepanjang daerah pesisir barat. Pada 2002-2008 periode, banyak gempa bumi besar yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan. Fenomena ini menunjukkan bahwa studi tentang pola deformasi pulau Sumatera sangat diperlukan. Studi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-11-07T07:15:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-12-05T03:38:11+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Asep Kamaludin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Asep Kamaludin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271\",\"url\":\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271\",\"name\":\"Akumulasi Regangan di Sumatera Berdasarkan Data Pengamatan GPS Tahun 2002-2008 dan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Pelepasan Regangan - Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website\"},\"datePublished\":\"2017-11-07T07:15:36+00:00\",\"dateModified\":\"2017-12-05T03:38:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Akumulasi Regangan di Sumatera Berdasarkan Data Pengamatan GPS Tahun 2002-2008 dan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Pelepasan Regangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website\",\"url\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/\",\"name\":\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"description\":\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9\",\"name\":\"Asep Kamaludin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Asep Kamaludin\"},\"url\":\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Akumulasi Regangan di Sumatera Berdasarkan Data Pengamatan GPS Tahun 2002-2008 dan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Pelepasan Regangan - Karya Tulis Ilmiah Itenas","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Akumulasi Regangan di Sumatera Berdasarkan Data Pengamatan GPS Tahun 2002-2008 dan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Pelepasan Regangan - Karya Tulis Ilmiah Itenas","og_description":"Pulau Sumatera terletak di antara dua lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Intensitas gempa bumi sangat besar di pulau ini, terutama di sepanjang daerah pesisir barat. Pada 2002-2008 periode, banyak gempa bumi besar yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan. Fenomena ini menunjukkan bahwa studi tentang pola deformasi pulau Sumatera sangat diperlukan. Studi [&hellip;]","og_url":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271","og_site_name":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","article_published_time":"2017-11-07T07:15:36+00:00","article_modified_time":"2017-12-05T03:38:11+00:00","author":"Asep Kamaludin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Asep Kamaludin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271","url":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271","name":"Akumulasi Regangan di Sumatera Berdasarkan Data Pengamatan GPS Tahun 2002-2008 dan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Pelepasan Regangan - Karya Tulis Ilmiah Itenas","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website"},"datePublished":"2017-11-07T07:15:36+00:00","dateModified":"2017-12-05T03:38:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9"},"breadcrumb":{"@id":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5271#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Akumulasi Regangan di Sumatera Berdasarkan Data Pengamatan GPS Tahun 2002-2008 dan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Pelepasan Regangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website","url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/","name":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","description":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9","name":"Asep Kamaludin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g","caption":"Asep Kamaludin"},"url":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6"}]}},"views":1009,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5271"}],"collection":[{"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5271"}],"version-history":[{"count":5,"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5280,"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5271\/revisions\/5280"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}