Latar Belakang
Meskipun dari waktu ke waktu peringkat perguruan tinggi di Indonesia mengalami peningkatan, tetapi secara keseluruhan kualitas perguruan tinggi masih perlu sekali untuk ditingkatkan. Jumlah publikasi internasional masih sangat rendah, demikian pula dengan inovasi dalam bentuk paten dan HAKI lainnya. Kurangnya publikasi mahasiswa dan dosen di jurnal ilmiah internasional di antaranya adalah karena kurangnya akses ke khasanah pengetahuan dunia yang up to date melalui jurnal-jurnal ilmiah internasional. Karena tidak ada akses ke jurnal ilmiah terbaru, maka sering kali pembelajaran dan penelitian di perguruan tinggi ketinggalan jaman. Banyak penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa sudah kadaluarsa sehingga hasil karya tulisnya tidak bisa masuk dalam publikasi internasional. Demikian pula dengan inovasi yang dihasilkan, karena tidak ada akses yang baik atas riset dan perkembangan terkini, maka invensi dan inovasi yang dihasilkan para dosen sulit untuk bisa mendapatkan paten. Pada akhirnya harapan masyarakat agar perguruan tinggi bisa berperan dalam pengembangan iptek dan daya saing nasional tidak tercapai.

Bagi sebagian besar Perguruan Tinggi, berlangganan jurnal ilmiah internasional terlalu mahal dan tidak terjangkau dengan anggaran yang ada. Di beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, pemerintah negara tersebut melanggankan jurnal internasional secara nasional (nation-wide subscribtion) untuk seluruh atau sebagian besar perguruan tinggi mereka. Melalui langganan secara nasional tersebut bisa diperoleh harga per mahasiswa atau per titik akses yang jauh lebih rendah daripada berlangganan secara sendiri-sendiri. Dengan kemajuan teknologi informasi, saat ini sebagian besar jurnal internasional terkemuka sudah tersedia dalam bentuk media digital (e-journal) demikian pula dengan terbitan ilmiah seperti theses dan disertasi. Melalui media digital, informasi terkini bisa diperoleh dengan sangat cepat, kapan saja dan di manapun juga selama ada akses ke internet. Melanggan jurnal dan bahan pustaka lain dalam bentuk digital juga lebih murah dan lebih ramah lingkungan karena tidak perlu mencetak dan tidak ada biaya pengiriman.

Mengingat bahan pustaka, terutama jurnal ilmiah, merupakan jantung bagi pengembangan pendidikan tinggi, maka sangatlah perlu bagi warga perguruan tinggi untuk mendapat akses ke bahan pustaka terkini. Hanya dengan itulah, maka perkembangan riset dan pembelajaran akan bisa up-to-date dan kemajuan pengetahuan akan dapat dicapai.

Tujuan
Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dan riset di perguruan tinggi melalui pemberian akses ke khasanah pengetahuan dunia yang terkini melalui jurnal ilmiah dan bahan pustaka digital secara nasional.

Diharapkan melalui kemudahan akses dan merata secara nasional, maka peningkatan kualitas perguruan tinggi akan terjadi secara lebih merata dengan pembiayaan yang lebih efektif dan efisien. Dengan demikian program ini juga akan meningkatkan kesetaraan dan kesepadanan hak akses atas informasi bagi masyarakat perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Akses Jurnal Elektronik yang disediakan:

  • ProQuest mencakup bidang ilmu: pertanian, biologi, sosiologi dapat diakses melalui http://search.proquest.com/
  • EBSCO mencakup bidang ilmu: Academic & Business Source, Medical, dapat diakses melalui http://search.ebscohost.com
  • Cengage mencakup bidang ilmu: Art, Engineering, Education, Religion and Humanities, dapat diakses melalui http://infotrac.galegroup.com/itweb/

 

Sumber: Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat DIKTI