{"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1232":{"http:\/\/www.w3.org\/1999\/02\/22-rdf-syntax-ns#type":[{"type":"uri","value":"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#Post"},{"type":"uri","value":"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/types#BlogPost"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/title":[{"type":"literal","value":"Pengaruh Waktu Pencelupan Pada Proses Anodisasi Aluminum Terhadap Ketebalan Lapisan Oksida Dan Laju Korosi"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/terms\/identifier":[{"type":"literal","value":"1232","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#integer"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/modified":[{"type":"literal","value":"2013-06-10","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#date"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/created":[{"type":"literal","value":"2013-06-10","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#date"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#link":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1232"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#has_creator":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=2#account"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#has_container":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#posts"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/abstract":[{"type":"literal","value":""}],"http:\/\/purl.org\/rss\/1.0\/modules\/content\/encoded":[{"type":"literal","value":"<![CDATA[<span style=\"direction: ltr;\">Pada proses anodisasi aluminum, lapisan aluminum oksida yang terbentuk secara alami pada permukaan akan ditingkatkan ketebalannya. Tujuan dari penelitian anodisasi aluminum ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pencelupan aluminum dalam proses anodisasi terhadap\u00a0<\/span><span style=\"direction: ltr;\">ketebalan lapisan aluminum oksida dan laju korosi aluminum.Proses anodisasi aluminum dilakukan dengan menempatkan aluminum pada anoda. Larutan asam sulfat 15 % dipakai sebagai larutan elektrolit. Variasi waktu pencelupan aluminum pada larutan asam sulfat adalah 30 menit, 40 menit, dan 50 menit, sementara, arus yang digunakan adalah 2 Ampere. Pengujian laju korosi dilakukan dengan cara mencelupkan aluminum ke dalam larutan NaCl 5 % selama 120 jam. Waktu pencelupan pada proses anodisasi selama 30 menit, 40 menit, dan 50 menit menghasilkan ketebalan lapisan aluminum oksida sebesar 60 \u00b5 m, 75 \u00b5 m, dan 105 \u00b5 m. Laju korosi yang diakibatkan waktu pencelupan pada proses anodisasi 30 menit dan 40 menit adalah 0.120 mm\/tahun dan 0.060 mm\/tahun. Waktu pengkorosian selama 120 jam belum cukup untuk menghasilkan laju korosi aluminum yang dianodisasi dengan waktu pencelupan 50 menit. Dari hasil pengujian, disimpulkan bahwa semakin lama waktu pencelupan pada proses anodisasi, lapisan aluminum oksida semakin tebal dan laju korosi semakin rendah.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"direction: ltr;\">Seminar Nasional - VII<\/span>\r\n\r\nRekayasa dan Aplikasi Teknik Mesin di Industri\r\nKampus ITENAS - Bandung, 28-29 Oktober 2008\r\nAgung Setyo Darmawan\r\nJurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik\r\nUniversitas Muhammadiyah Surakarta.\r\nJl. A. Yani, Tromol Pos I, Pabelan Kartasura, Surakarta 57102.\r\nEmail: agungsetyod@yahoo.com\r\n\r\nDibuat oleh : Encu Saefudin dan Tito Shantika (encu@itenas.ac.id, tshantika@itenas.ac.id)\r\nKata kunci :\u00a0metoda perancangan, mesin pengaduk batubata\r\nKeterangan :\r\nSeminar Nasional \u2013 VIII\r\nRekayasa dan Aplikasi Teknik Mesin di Industri\r\nKampus ITENAS \u2013 Bandung, 24-25 November 2009 <!--E-->]]>","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/1999\/02\/22-rdf-syntax-ns#XMLLiteral"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#content":[{"type":"literal","value":"Pada proses anodisasi aluminum, lapisan aluminum oksida yang terbentuk secara alami pada permukaan akan ditingkatkan ketebalannya. Tujuan dari penelitian anodisasi aluminum ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pencelupan aluminum dalam proses anodisasi terhadap\u00a0ketebalan lapisan aluminum oksida dan laju korosi aluminum.Proses anodisasi aluminum dilakukan dengan menempatkan aluminum pada anoda. Larutan asam sulfat 15 % dipakai sebagai larutan elektrolit. Variasi waktu pencelupan aluminum pada larutan asam sulfat adalah 30 menit, 40 menit, dan 50 menit, sementara, arus yang digunakan adalah 2 Ampere. Pengujian laju korosi dilakukan dengan cara mencelupkan aluminum ke dalam larutan NaCl 5 % selama 120 jam. Waktu pencelupan pada proses anodisasi selama 30 menit, 40 menit, dan 50 menit menghasilkan ketebalan lapisan aluminum oksida sebesar 60 \u00b5 m, 75 \u00b5 m, dan 105 \u00b5 m. Laju korosi yang diakibatkan waktu pencelupan pada proses anodisasi 30 menit dan 40 menit adalah 0.120 mm\/tahun dan 0.060 mm\/tahun. Waktu pengkorosian selama 120 jam belum cukup untuk menghasilkan laju korosi aluminum yang dianodisasi dengan waktu pencelupan 50 menit. Dari hasil pengujian, disimpulkan bahwa semakin lama waktu pencelupan pada proses anodisasi, lapisan aluminum oksida semakin tebal dan laju korosi semakin rendah.\r\n\r\nSeminar Nasional - VII\r\n\r\nRekayasa dan Aplikasi Teknik Mesin di Industri\r\nKampus ITENAS - Bandung, 28-29 Oktober 2008\r\nAgung Setyo Darmawan\r\nJurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik\r\nUniversitas Muhammadiyah Surakarta.\r\nJl. A. Yani, Tromol Pos I, Pabelan Kartasura, Surakarta 57102.\r\nEmail: agungsetyod@yahoo.com\r\n\r\nDibuat oleh : Encu Saefudin dan Tito Shantika (encu@itenas.ac.id, tshantika@itenas.ac.id)\r\nKata kunci :\u00a0metoda perancangan, mesin pengaduk batubata\r\nKeterangan :\r\nSeminar Nasional \u2013 VIII\r\nRekayasa dan Aplikasi Teknik Mesin di Industri\r\nKampus ITENAS \u2013 Bandung, 24-25 November 2009 "}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#topic":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=1"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=4"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=mesin-pengaduk-batu-bara"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=metode-perancangan"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=2#account":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=2&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=1":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=1&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=4":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=4&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=mesin-pengaduk-batu-bara":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=mesin-pengaduk-batu-bara&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=metode-perancangan":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=metode-perancangan&feed=lhrdf&format=json"}]}}