{"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1260":{"http:\/\/www.w3.org\/1999\/02\/22-rdf-syntax-ns#type":[{"type":"uri","value":"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#Post"},{"type":"uri","value":"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/types#BlogPost"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/title":[{"type":"literal","value":"Penyusunan Arahan Strategi dan Prioritas Pengembangan Perbatasan Antar Negara di Provinsi Kalimantan Barat "}],"http:\/\/purl.org\/dc\/terms\/identifier":[{"type":"literal","value":"1260","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#integer"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/modified":[{"type":"literal","value":"2012-08-08","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#date"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/created":[{"type":"literal","value":"2012-08-08","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#date"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#link":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1260"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#has_creator":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=2#account"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#has_container":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#posts"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/abstract":[{"type":"literal","value":""}],"http:\/\/purl.org\/rss\/1.0\/modules\/content\/encoded":[{"type":"literal","value":"<![CDATA[Konsentrasi pembangunan pemerintah yang lebih menekankan keamananan bukan kesejahteraan seperti daerah-daerah lainnya menjadi sebuah anggapan bahwa perbatasan merupakan daerah yang terlupakan. Rencana-rencana pengembangan Kawasan Perbatasan Kalimantan telah disusun sejak tahun 2002 tetapi belum dapat direalisasikan. Kondisi tersebut disebabkan oleh kebutuhan dana yang sangat besar dalam pengembangan kawasan dan terbatasnya dana yang tersedia. Pada mulanya kawasan perbatasan hanya sebagai kepentingan keamanan semata sehingga pembangunan tidak berjalan dengan baik dan mengabaikan kesejahteraan masyarakatnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah menentukan arahan strategi dan prioritas pengembangan perbatasan Kalimantan Barat berdasarkan kondisi di 15 (lima belas) kecamatan yang secara langsung berbatasan dengan Malaysia (Sarawak) yaitu Kecamatan Paloh, Kecamatan Sajingan Besar, Kecamatan Jagoi Babang, Kecamatan Entikong, Kecamatan Sekayam, Kecamatan Ketungau Hulu, Kecamatan Ketungau Tengah, Kecamatan Putussibau, Kedamin, Puring Kencana, Empanang, Badau, Batang Lupar, dan Embaloh Hulu. Analisis yang digunakan adalah analisis secara deskriptif dengan pendekatan analisis data kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis SWOT dan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP). Penentuan prioritas pengembangan kawasan menggunakan variabel-variabel yang terkait dengan Pengembangan Perbatasan Kalimantan Barat, yaitu variabel ekonomi, sosial, dan fisik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sarana dan prasarana menjadi prioritas untuk pengembangan Perbatasan Kalimantan Barat.\r\n\r\nDibuat oleh :\u00a0<span style=\"direction: ltr;\">Enni Lindia Mayona, Salahudin, dan Rahmi Kusmastuti\r\n<\/span><span style=\"direction: ltr;\">(emayona@yahoo.com, salahudin.fs@gmail.com,toeti2001@yahoo.com)\r\n<\/span><span style=\"direction: ltr;\">Kata Kunci: Pengembangan Perbatasan, Prioritas, Strategi,\u00a0<\/span><span style=\"direction: ltr;\">development of border, priority, strategy\r\n<\/span><span style=\"direction: ltr;\">Keterangan : \u00a0<\/span><span style=\"direction: ltr;\">Jurnal Tata Loka; Volume 13; Nomor 2; Mei 2011 \u00a9 2011 Biro Penerbit Planologi Undip.<\/span>]]>","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/1999\/02\/22-rdf-syntax-ns#XMLLiteral"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#content":[{"type":"literal","value":"Konsentrasi pembangunan pemerintah yang lebih menekankan keamananan bukan kesejahteraan seperti daerah-daerah lainnya menjadi sebuah anggapan bahwa perbatasan merupakan daerah yang terlupakan. Rencana-rencana pengembangan Kawasan Perbatasan Kalimantan telah disusun sejak tahun 2002 tetapi belum dapat direalisasikan. Kondisi tersebut disebabkan oleh kebutuhan dana yang sangat besar dalam pengembangan kawasan dan terbatasnya dana yang tersedia. Pada mulanya kawasan perbatasan hanya sebagai kepentingan keamanan semata sehingga pembangunan tidak berjalan dengan baik dan mengabaikan kesejahteraan masyarakatnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah menentukan arahan strategi dan prioritas pengembangan perbatasan Kalimantan Barat berdasarkan kondisi di 15 (lima belas) kecamatan yang secara langsung berbatasan dengan Malaysia (Sarawak) yaitu Kecamatan Paloh, Kecamatan Sajingan Besar, Kecamatan Jagoi Babang, Kecamatan Entikong, Kecamatan Sekayam, Kecamatan Ketungau Hulu, Kecamatan Ketungau Tengah, Kecamatan Putussibau, Kedamin, Puring Kencana, Empanang, Badau, Batang Lupar, dan Embaloh Hulu. Analisis yang digunakan adalah analisis secara deskriptif dengan pendekatan analisis data kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis SWOT dan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP). Penentuan prioritas pengembangan kawasan menggunakan variabel-variabel yang terkait dengan Pengembangan Perbatasan Kalimantan Barat, yaitu variabel ekonomi, sosial, dan fisik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sarana dan prasarana menjadi prioritas untuk pengembangan Perbatasan Kalimantan Barat.\r\n\r\nDibuat oleh :\u00a0Enni Lindia Mayona, Salahudin, dan Rahmi Kusmastuti\r\n(emayona@yahoo.com, salahudin.fs@gmail.com,toeti2001@yahoo.com)\r\nKata Kunci: Pengembangan Perbatasan, Prioritas, Strategi,\u00a0development of border, priority, strategy\r\nKeterangan : \u00a0Jurnal Tata Loka; Volume 13; Nomor 2; Mei 2011 \u00a9 2011 Biro Penerbit Planologi Undip."}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#topic":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=118"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=177"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=development-of-border"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=pengembangan-perbatasan"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=prioritas"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=priority"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=strategi"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=strategy"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=2#account":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=2&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=118":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=118&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=177":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=177&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=development-of-border":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=development-of-border&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=pengembangan-perbatasan":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=pengembangan-perbatasan&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=prioritas":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=prioritas&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=priority":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=priority&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=strategi":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=strategi&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=strategy":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=strategy&feed=lhrdf&format=json"}]}}