{"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2011":{"http:\/\/www.w3.org\/1999\/02\/22-rdf-syntax-ns#type":[{"type":"uri","value":"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#Post"},{"type":"uri","value":"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/types#BlogPost"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/title":[{"type":"literal","value":"Penerapan Zachman Framework untuk Pembuatan Asset Tracking System Studi Kasus Divisi Information System Center PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk "}],"http:\/\/purl.org\/dc\/terms\/identifier":[{"type":"literal","value":"2011","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#integer"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/modified":[{"type":"literal","value":"2013-10-08","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#date"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/created":[{"type":"literal","value":"2013-10-08","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#date"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#link":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2011"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#has_creator":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6#account"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#has_container":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#posts"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/abstract":[{"type":"literal","value":""}],"http:\/\/purl.org\/rss\/1.0\/modules\/content\/encoded":[{"type":"literal","value":"<![CDATA[<span style=\"direction: ltr;\">Pemenuhan Teknologi dalam jumlah besar dan adanya perawatan (maintenance) untuk teknologi\u00a0<\/span><span style=\"direction: ltr;\">informasi menyebabkan bertambahnya biaya pengeluaran di sebuah perusahaan. Hal ini dialami PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (PT. TELKOM) Bandung. Untuk itu, PT. TELKOM membuat sebuah strategi bisnis dengan menyewa asset yang digunakan perusahaan kepada mitra, sehingga biaya pemenuhan asset dapat dikontrol. Untuk menangani penyewaan aset tersebut, PT. TELKOM menggunakan Seat Management System yang memiliki 4 frame utama dalam siklusnya. Salah satunya adalah asset making yang terdapat di fase management yang merupakan sistem milik mitra dan digunakan oleh PT. TELKOM saat ini. Oleh karena itu, PT. TELKOM ingin membangun Asset Tracking System sendiri, sehingga dapat mengurangi kekurangan yang ada pada sistem milik mitra. Hal ini membuat PT. TELKOM sebagai sebuah enterprise perplu memikirkan perencanaan yang matang dan menyeluruh, karena banyaknya data dan informasi yang saling terintegrasi dan digunakan dalam perusahaan. Dari permasalahan tersebut, penelitian tugas akhir ini akan membahas salah satu EA Framework, yaitu Zachman Framework yang akan diterapkan dalam pembuatan Asset Tracking System di PT. TELKOM. Zachman Framework digunakan untuk memetakan dan mengorganisasikan arsitektur enterprise, serta menganalisis data dan artefak perusahaan. Penerapan Zachman Framework pada penelitian tugas akhir diharapkan dapat menghasilkan dokumentasi menyeluruh mengenai artefak perusahaan dan sebagai acuan untuk membuat dan merancang Asset Tracking System di PT. TELKOM.<\/span>\r\n\r\nDibuat oleh : \u00a0Dewi Rosmala, S.Si.,M.IT.,\u00a0Nuriawigianty Aryodarmo\r\n\r\nE-mail:\u00a0d_rosmala@itenas.ac.id\r\n\r\nKata kunci :\u00a0Perawatan, biaya, Aset, Seat Management System, Asset Tracking, Asset Tracking System, EA Framework, Zachman Framework\r\n\r\nKeterangan : \u00a0Makalah ini \u00a0dimuat pada \u00a0 Proceeding Seminar Nasional Ilmu Komputer 2010. Medan, 29 - 30 Oktober 2010\r\n\r\n<span style=\"direction: ltr;\"><a href=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/Proceeding-_KNSI_2012.pdf\">Penerapan Zachman Framework untuk Pembuatan Asset Tracking System\u00a0<\/a><\/span>\r\n\r\n<a href=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/Proceeding-_KNSI_2012.pdf\">Studi Kasus Divisi Information System Center\u00a0PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk<\/a>]]>","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/1999\/02\/22-rdf-syntax-ns#XMLLiteral"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#content":[{"type":"literal","value":"Pemenuhan Teknologi dalam jumlah besar dan adanya perawatan (maintenance) untuk teknologi\u00a0informasi menyebabkan bertambahnya biaya pengeluaran di sebuah perusahaan. Hal ini dialami PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (PT. TELKOM) Bandung. Untuk itu, PT. TELKOM membuat sebuah strategi bisnis dengan menyewa asset yang digunakan perusahaan kepada mitra, sehingga biaya pemenuhan asset dapat dikontrol. Untuk menangani penyewaan aset tersebut, PT. TELKOM menggunakan Seat Management System yang memiliki 4 frame utama dalam siklusnya. Salah satunya adalah asset making yang terdapat di fase management yang merupakan sistem milik mitra dan digunakan oleh PT. TELKOM saat ini. Oleh karena itu, PT. TELKOM ingin membangun Asset Tracking System sendiri, sehingga dapat mengurangi kekurangan yang ada pada sistem milik mitra. Hal ini membuat PT. TELKOM sebagai sebuah enterprise perplu memikirkan perencanaan yang matang dan menyeluruh, karena banyaknya data dan informasi yang saling terintegrasi dan digunakan dalam perusahaan. Dari permasalahan tersebut, penelitian tugas akhir ini akan membahas salah satu EA Framework, yaitu Zachman Framework yang akan diterapkan dalam pembuatan Asset Tracking System di PT. TELKOM. Zachman Framework digunakan untuk memetakan dan mengorganisasikan arsitektur enterprise, serta menganalisis data dan artefak perusahaan. Penerapan Zachman Framework pada penelitian tugas akhir diharapkan dapat menghasilkan dokumentasi menyeluruh mengenai artefak perusahaan dan sebagai acuan untuk membuat dan merancang Asset Tracking System di PT. TELKOM.\r\n\r\nDibuat oleh : \u00a0Dewi Rosmala, S.Si.,M.IT.,\u00a0Nuriawigianty Aryodarmo\r\n\r\nE-mail:\u00a0d_rosmala@itenas.ac.id\r\n\r\nKata kunci :\u00a0Perawatan, biaya, Aset, Seat Management System, Asset Tracking, Asset Tracking System, EA Framework, Zachman Framework\r\n\r\nKeterangan : \u00a0Makalah ini \u00a0dimuat pada \u00a0 Proceeding Seminar Nasional Ilmu Komputer 2010. Medan, 29 - 30 Oktober 2010\r\n\r\nPenerapan Zachman Framework untuk Pembuatan Asset Tracking System\u00a0\r\n\r\nStudi Kasus Divisi Information System Center\u00a0PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#topic":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=1"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=7"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=aset"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=asset-tracking"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=asset-tracking-system"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=biaya"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=ea-framework"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=perawatan"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=seat-management-system"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=zachman-framework"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#attachment":[{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/Proceeding-_KNSI_2012.pdf"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6#account":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=1":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=1&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=7":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=7&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=aset":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=aset&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=asset-tracking":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=asset-tracking&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=asset-tracking-system":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=asset-tracking-system&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=biaya":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=biaya&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=ea-framework":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=ea-framework&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=perawatan":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=perawatan&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=seat-management-system":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=seat-management-system&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=zachman-framework":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=zachman-framework&feed=lhrdf&format=json"}]},"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/Proceeding-_KNSI_2012.pdf":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?attachment_id=2012&feed=lhrdf&format=json"}]}}