{"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2413":{"http:\/\/www.w3.org\/1999\/02\/22-rdf-syntax-ns#type":[{"type":"uri","value":"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#Post"},{"type":"uri","value":"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/types#BlogPost"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/title":[{"type":"literal","value":"PENGARUH PENAMBAHAN Mo TERHADAP STABILITAS FASA-FASA SENYAWA ANTAR LOGAM Ti - Al"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/terms\/identifier":[{"type":"literal","value":"2413","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#integer"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/modified":[{"type":"literal","value":"2016-02-16","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#date"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/created":[{"type":"literal","value":"2014-01-15","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#date"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#link":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2413"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#has_creator":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6#account"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#has_container":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#posts"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/abstract":[{"type":"literal","value":""}],"http:\/\/purl.org\/rss\/1.0\/modules\/content\/encoded":[{"type":"literal","value":"<![CDATA[Titanium adalah logam\u00a0 yang memiliki banyak keunggulan, yaitu berat jenisnya yang rendah (4,5 gr\/cm3), kekuatan yang ringgi pada remperatur ringgi, modulus\u00a0 elastisitas yang tinggi dan ketahanan korosi yang baik. Sifat-sifat di atas merupakan keunggulan yang jarang dimiliki oleh material lain secara bersamaan. Aplikasi titanium pada temperatur tinggi banyak digunakan pada sudu turbin gas dan pesawat ulang alik ruang angkasa. Meskipun demikian, logam ini juga memiliki kekurangan yaitu rendahnya keuletan dan ketangguhan pada temperatur kamaar, sehingga dapat mengakibatkan kegagalan baik dalam proses produksi maupun aplikasinya. Salah satu cara untuk memperbaiki kekurangan lagam tersebut adalah menambahkan unsur pemadu yang akan menginduksikan fasa kedua dengan sifat yang lebih ulet ke dalam struktur mikro, seperti niobium, molybdenun, vanadi,wolfram dan zirkonium.\r\n\r\nDalam penelitian ini Molybdenum (Mo) dipilih sebagai unsur pemadu. Diharapkan Mo sebagai lagom transisi dapat meningkatkan pengerasan larutan padat terhadap paduan Ti-Al. Pemaduan Mo dilakukan dengan menggunakan 5 variasi komposisi dari Ti, Al dan\u00a0 Mo dalam % berat. Proses pemaduan tersebut dilakukan melalui proses pengecoran. Setelah logam paduan diperoleh, dilakukan proses perlakuan panas dengan berbagai temperatur pemanasan (1000*C, 1100*C, 1200*C) dan lama pemanasan\u00a0 (1 jam dan 4 jam). Pengujian dan penqamatan\u00a0 melalui\u00a0 pengujian keras dan SEM-EDAX.\r\n\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa struktur mikro paduan umumnya\u00a0 berbentuk\u00a0 dengan harga kekerasan berkisar 600 sampai 740 VHN. Perlakuan panas yang diberikan dengan waktu, 1 don 4 jam pada variasi temperatur pemanasan dirasakan belum cukup untuk menyeragamkan\u00a0 komposisi panduan. Selain itu adanya retak yang terlihat pada hasil\u00a0 analisa struktur mikro menunjukkan bahwa komposisi paduan pada penelitian ternyata bersifat getas dan belum bisa memperbaiki keuletan\u00a0 dari paduan TiAl.\r\n\r\nDibuat oleh :\u00a0 Meilinda Nurbanasari, Djoko Hadi Prajitno,dan Rainaldo Ersaputra\r\n\r\nE-mail:\u00a0 meilinda@itenas.ac.id\r\n\r\nKata Kunci : Titanium, Paduan, Perlakuan Panas, Keuletan\r\n\r\nKeterangan : \u00a0Prosiding Seminar Nasional Perkembangan Riset dan Teknologi di Bidang Industri 13 Mei 2003 di Yogyakarta. ISBN : 979-8611-37-3\r\n\r\n<a href=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/SN-13-mei-2003.pdf\" target=\"_blank\">PENGARUH PENAMBAHAN Mo TERHADAP STABILITAS FASA-FASA SENYAWA ANTAR LOGAM Ti-Al<\/a>]]>","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/1999\/02\/22-rdf-syntax-ns#XMLLiteral"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#content":[{"type":"literal","value":"Titanium adalah logam\u00a0 yang memiliki banyak keunggulan, yaitu berat jenisnya yang rendah (4,5 gr\/cm3), kekuatan yang ringgi pada remperatur ringgi, modulus\u00a0 elastisitas yang tinggi dan ketahanan korosi yang baik. Sifat-sifat di atas merupakan keunggulan yang jarang dimiliki oleh material lain secara bersamaan. Aplikasi titanium pada temperatur tinggi banyak digunakan pada sudu turbin gas dan pesawat ulang alik ruang angkasa. Meskipun demikian, logam ini juga memiliki kekurangan yaitu rendahnya keuletan dan ketangguhan pada temperatur kamaar, sehingga dapat mengakibatkan kegagalan baik dalam proses produksi maupun aplikasinya. Salah satu cara untuk memperbaiki kekurangan lagam tersebut adalah menambahkan unsur pemadu yang akan menginduksikan fasa kedua dengan sifat yang lebih ulet ke dalam struktur mikro, seperti niobium, molybdenun, vanadi,wolfram dan zirkonium.\r\n\r\nDalam penelitian ini Molybdenum (Mo) dipilih sebagai unsur pemadu. Diharapkan Mo sebagai lagom transisi dapat meningkatkan pengerasan larutan padat terhadap paduan Ti-Al. Pemaduan Mo dilakukan dengan menggunakan 5 variasi komposisi dari Ti, Al dan\u00a0 Mo dalam % berat. Proses pemaduan tersebut dilakukan melalui proses pengecoran. Setelah logam paduan diperoleh, dilakukan proses perlakuan panas dengan berbagai temperatur pemanasan (1000*C, 1100*C, 1200*C) dan lama pemanasan\u00a0 (1 jam dan 4 jam). Pengujian dan penqamatan\u00a0 melalui\u00a0 pengujian keras dan SEM-EDAX.\r\n\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa struktur mikro paduan umumnya\u00a0 berbentuk\u00a0 dengan harga kekerasan berkisar 600 sampai 740 VHN. Perlakuan panas yang diberikan dengan waktu, 1 don 4 jam pada variasi temperatur pemanasan dirasakan belum cukup untuk menyeragamkan\u00a0 komposisi panduan. Selain itu adanya retak yang terlihat pada hasil\u00a0 analisa struktur mikro menunjukkan bahwa komposisi paduan pada penelitian ternyata bersifat getas dan belum bisa memperbaiki keuletan\u00a0 dari paduan TiAl.\r\n\r\nDibuat oleh :\u00a0 Meilinda Nurbanasari, Djoko Hadi Prajitno,dan Rainaldo Ersaputra\r\n\r\nE-mail:\u00a0 meilinda@itenas.ac.id\r\n\r\nKata Kunci : Titanium, Paduan, Perlakuan Panas, Keuletan\r\n\r\nKeterangan : \u00a0Prosiding Seminar Nasional Perkembangan Riset dan Teknologi di Bidang Industri 13 Mei 2003 di Yogyakarta. ISBN : 979-8611-37-3\r\n\r\nPENGARUH PENAMBAHAN Mo TERHADAP STABILITAS FASA-FASA SENYAWA ANTAR LOGAM Ti-Al"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#topic":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=1"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=4"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=keuletan"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=paduan"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=perlakuan-panas"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=titanium"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#attachment":[{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/PENGARUH-PENAMBAHAN-Mo-TERHADAP-STABILITAS.pdf"},{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/SN-13-mei-2003.pdf"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6#account":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=1":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=1&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=4":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=4&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=keuletan":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=keuletan&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=paduan":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=paduan&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=perlakuan-panas":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=perlakuan-panas&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=titanium":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=titanium&feed=lhrdf&format=json"}]},"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/PENGARUH-PENAMBAHAN-Mo-TERHADAP-STABILITAS.pdf":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?attachment_id=4633&feed=lhrdf&format=json"}]},"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/SN-13-mei-2003.pdf":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?attachment_id=2414&feed=lhrdf&format=json"}]}}