{"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=3819":{"http:\/\/www.w3.org\/1999\/02\/22-rdf-syntax-ns#type":[{"type":"uri","value":"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#Post"},{"type":"uri","value":"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/types#BlogPost"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/title":[{"type":"literal","value":"Pengaruh Penambahan Jumlah Titik Ikat Terhadap Peningkatan Ketelitian Posisi pada Suvei GPS"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/terms\/identifier":[{"type":"literal","value":"3819","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#integer"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/modified":[{"type":"literal","value":"2014-05-05","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#date"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/created":[{"type":"literal","value":"2014-05-05","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#date"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#link":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=3819"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#has_creator":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6#account"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#has_container":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#posts"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/abstract":[{"type":"literal","value":""}],"http:\/\/purl.org\/rss\/1.0\/modules\/content\/encoded":[{"type":"literal","value":"<![CDATA[<p style=\"text-align: justify;\">Secara teoritik, salah satu faktor yang dapat meningkatkan ketelitian posisi pada survei GPS adalah pengikatan terhadap titik ikat. Secara geometrik, penambahan jumlah titik ikat akan meningkatkan nilai kekuatan jaring. Penelitian ini membahas aspek praktis pengaruh dari penambahan titik ikat terhadap peningkatan ketelitian posisi titik dalam suatu survei GPS. Geometri jaring\r\nberbentuk jaring segitiga yang diikatkan terhadap 1 titik, 2 titik , dan 3 titik ikat.\u00a0 Pengukuran dilakukan dengan metode diferensial statik menggunakan receiver GPS satu frekuensi. Jaring GPS yang diteliti termasuk dalam klasifikasi jaring GPS baseline pendek, dengan panjang baseline di bawah 5 km, sedangkan panjang baseline pengikatan diklasifikasikan sebagai baseline menengah, dengan panjang baseline bervariasi dari 18,70 km sampai dengan 40,01 km. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa banyaknya jumlah titik ikat yang digunakan dalam proses hitungan penentuan posisi pada survei GPS akan meningkatkan ketelitian posisi horisontal, namun di sisi lain ketelitian tingginya akan menurun. Untuk penggunaan titik ikat lebih dari 1 titik, penggunaan titik-titik ikat dengan klasifikasi orde yang sejenis akan menghasilkan ketelitian posisi horisontal yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan titik-titik ikat dengan klasifikasi orde campuran (misal: gabungan orde 0 dan orde 1). Penggunaan jumlah titik ikat sebanyak 1, 2 dan 3 titik, masing-masing akan menghasilkan ketelitian horisontal rata-rata sebesar \u00b1 11 cm, \u00b1 10 cm, dan \u00b1 8 cm.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Dibuat Oleh : Bambang Rudinto, Nurul Yuhanafia\r\nAlamat e-mail : rudianto@itenas.ac.id\r\nKata kunci: jumlah titik ikat, ketelitian posisi horisontal, ketelitian posisi vertikal , survei GPS\r\nKeterangan : Karya Ilmiah ini dipublikasikan\u00a0 pada Jurnal Online Itenas Reka Geomatika, No. 2, Vol. 1 Desembar 2013, ISSN 2338-350<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\"><a title=\"Pengaruh Penambahan Jumlah Titik Ikat Terhadap Peningkatan Ketelitian Posisi Titik pada Survei GPS\" href=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Bambang-Nurul.pdf\" target=\"_blank\">Pengaruh Penambahan Jumlah Titik Ikat Terhadap Peningkatan Ketelitian Posisi pada Suvei GPS<\/a><\/p>]]>","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/1999\/02\/22-rdf-syntax-ns#XMLLiteral"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#content":[{"type":"literal","value":"Secara teoritik, salah satu faktor yang dapat meningkatkan ketelitian posisi pada survei GPS adalah pengikatan terhadap titik ikat. Secara geometrik, penambahan jumlah titik ikat akan meningkatkan nilai kekuatan jaring. Penelitian ini membahas aspek praktis pengaruh dari penambahan titik ikat terhadap peningkatan ketelitian posisi titik dalam suatu survei GPS. Geometri jaring\r\nberbentuk jaring segitiga yang diikatkan terhadap 1 titik, 2 titik , dan 3 titik ikat.\u00a0 Pengukuran dilakukan dengan metode diferensial statik menggunakan receiver GPS satu frekuensi. Jaring GPS yang diteliti termasuk dalam klasifikasi jaring GPS baseline pendek, dengan panjang baseline di bawah 5 km, sedangkan panjang baseline pengikatan diklasifikasikan sebagai baseline menengah, dengan panjang baseline bervariasi dari 18,70 km sampai dengan 40,01 km. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa banyaknya jumlah titik ikat yang digunakan dalam proses hitungan penentuan posisi pada survei GPS akan meningkatkan ketelitian posisi horisontal, namun di sisi lain ketelitian tingginya akan menurun. Untuk penggunaan titik ikat lebih dari 1 titik, penggunaan titik-titik ikat dengan klasifikasi orde yang sejenis akan menghasilkan ketelitian posisi horisontal yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan titik-titik ikat dengan klasifikasi orde campuran (misal: gabungan orde 0 dan orde 1). Penggunaan jumlah titik ikat sebanyak 1, 2 dan 3 titik, masing-masing akan menghasilkan ketelitian horisontal rata-rata sebesar \u00b1 11 cm, \u00b1 10 cm, dan \u00b1 8 cm.\r\nDibuat Oleh : Bambang Rudinto, Nurul Yuhanafia\r\nAlamat e-mail : rudianto@itenas.ac.id\r\nKata kunci: jumlah titik ikat, ketelitian posisi horisontal, ketelitian posisi vertikal , survei GPS\r\nKeterangan : Karya Ilmiah ini dipublikasikan\u00a0 pada Jurnal Online Itenas Reka Geomatika, No. 2, Vol. 1 Desembar 2013, ISSN 2338-350\r\nPengaruh Penambahan Jumlah Titik Ikat Terhadap Peningkatan Ketelitian Posisi pada Suvei GPS"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#topic":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=118"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=147"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=jumlah-titik-ikat"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=ketelitian-posisi-horisontal"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=ketelitian-posisi-vertikal"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=survei-gps"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6#account":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=118":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=118&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=147":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=147&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=jumlah-titik-ikat":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=jumlah-titik-ikat&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=ketelitian-posisi-horisontal":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=ketelitian-posisi-horisontal&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=ketelitian-posisi-vertikal":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=ketelitian-posisi-vertikal&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=survei-gps":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=survei-gps&feed=lhrdf&format=json"}]}}