{"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=545":{"http:\/\/www.w3.org\/1999\/02\/22-rdf-syntax-ns#type":[{"type":"uri","value":"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#Post"},{"type":"uri","value":"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/types#BlogPost"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/title":[{"type":"literal","value":"Pemanfaatan Serbuk Kaca Sebagai Powder Pada Self-Compacting Concrete"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/terms\/identifier":[{"type":"literal","value":"545","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#integer"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/modified":[{"type":"literal","value":"2012-04-12","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#date"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/created":[{"type":"literal","value":"2012-03-26","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/2001\/XMLSchema#date"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#link":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=545"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#has_creator":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=2#account"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#has_container":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#posts"}],"http:\/\/purl.org\/dc\/elements\/1.1\/abstract":[{"type":"literal","value":""}],"http:\/\/purl.org\/rss\/1.0\/modules\/content\/encoded":[{"type":"literal","value":"<![CDATA[<p style=\"text-align: justify;\">Limbah kaca dalam jumlah besar yang berasal dari industri maupun rumah tangga merupakan sumber masalah lingkungan. Masalah lingkungan juga disebabkan oleh emisi CO2 dari industri semen. Salah satu usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah memanfaatkan limbah serbuk\u00a0kaca sebagai powder dan sekaligus mereduksi penggunaan semen pada beton self-compacting. Beton ini memiliki kemampuan mengalir, mengisi ruang, dan melewati halangan kerapatan tulangan. Serbuk kaca diharapkan berfungsi sebagai filler dan binder karena memiliki potensi sebagai material pozzolan. Metoda SNI yang dikombinasikan dengan metoda Simple Mix Design Okamura digunakan untuk merancang komposisi campuran beton self compacting. Untuk merancang beton self compacting, parameter yang ditetapkan adalah jumlah agregat kasar sebesar 45% volume solid, water-per-powder ratio 0,40, dan kadar superplasticizer 1,5%. Parameter yang divariasikan sebagai berikut 1) kadar serbuk kaca 0%, 10%, 20%, 30% dari berat powder-nya; 2) ukuran serbuk kaca adalah lolos no.50 tertahan no.100, lolos no.100 tertahan no.200, lolos no 200 serta gabungan dari ketiga ukuran kaca tersebut; 3) pemakaian kadar air bebas sebesar 190 l\/m3, 200 l\/m3, dan 210 l\/m3; serta 4) kadar silica fume 0%, 5% dan 10% dari berat powder-nya. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini adalah silinder 10x20cm. Pengujian beton segar yang dilakukan adalah pengujian slump flow. Pada beton keras dilakukan pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah pada benda uji silinder. Flowability tertinggi dengan diameter sebaran beton segar sebesar 63 cm dicapai oleh beton dengan komposisi kadar serbuk kaca 10%, kadar air 210 l\/m3, tanpa silica fume. Beton dengan kuat tekan tertinggi 51,72 MPa dicapai oleh beton dengan komposisi kadar serbuk kaca 10% gradasi menerus, kadar semen 403 kg\/m3, kadar air 190 l\/m3, dan kadar silica fume 5%. Substitusi serbuk kaca terhadap semen hingga 30% masih menghasilkan beton struktural hingga 32,23 MPa. Serbuk kaca dengan gradasi menerus menghasilkan kekuatan yang relatif lebih tinggi dibandingkan serbuk kaca dengan gradasi seragam.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Di buat oleh:<\/strong> \u00a0Bernardinus Herbudiman (herbudiman@itenas.ac.id),\u00a0Chandra Januar\r\n<strong style=\"direction: ltr;\">Keyword :<\/strong><span style=\"direction: ltr;\">\u00a0serbuk kaca, slump flow, self-compacting concrete\r\n<\/span><strong style=\"direction: ltr;\">Keterangan :\u00a0<\/strong><span style=\"direction: ltr;\">The 1st Indonesian Structural Engineering and Materials Symposium,\u00a0Department of Civil Engineering \u2013 Parahyangan Catholic University, 17-18 November 2011.<\/span><\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2012\/03\/Pemanfaatan-Serbuk-Kaca-Sebagai-Powder-Pada-Self-Compacting-Concrete.pdf\">Pemanfaatan Serbuk Kaca Sebagai Powder Pada Self-Compacting Concrete<\/a><\/p>]]>","datatype":"http:\/\/www.w3.org\/1999\/02\/22-rdf-syntax-ns#XMLLiteral"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#content":[{"type":"literal","value":"Limbah kaca dalam jumlah besar yang berasal dari industri maupun rumah tangga merupakan sumber masalah lingkungan. Masalah lingkungan juga disebabkan oleh emisi CO2 dari industri semen. Salah satu usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah memanfaatkan limbah serbuk\u00a0kaca sebagai powder dan sekaligus mereduksi penggunaan semen pada beton self-compacting. Beton ini memiliki kemampuan mengalir, mengisi ruang, dan melewati halangan kerapatan tulangan. Serbuk kaca diharapkan berfungsi sebagai filler dan binder karena memiliki potensi sebagai material pozzolan. Metoda SNI yang dikombinasikan dengan metoda Simple Mix Design Okamura digunakan untuk merancang komposisi campuran beton self compacting. Untuk merancang beton self compacting, parameter yang ditetapkan adalah jumlah agregat kasar sebesar 45% volume solid, water-per-powder ratio 0,40, dan kadar superplasticizer 1,5%. Parameter yang divariasikan sebagai berikut 1) kadar serbuk kaca 0%, 10%, 20%, 30% dari berat powder-nya; 2) ukuran serbuk kaca adalah lolos no.50 tertahan no.100, lolos no.100 tertahan no.200, lolos no 200 serta gabungan dari ketiga ukuran kaca tersebut; 3) pemakaian kadar air bebas sebesar 190 l\/m3, 200 l\/m3, dan 210 l\/m3; serta 4) kadar silica fume 0%, 5% dan 10% dari berat powder-nya. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini adalah silinder 10x20cm. Pengujian beton segar yang dilakukan adalah pengujian slump flow. Pada beton keras dilakukan pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah pada benda uji silinder. Flowability tertinggi dengan diameter sebaran beton segar sebesar 63 cm dicapai oleh beton dengan komposisi kadar serbuk kaca 10%, kadar air 210 l\/m3, tanpa silica fume. Beton dengan kuat tekan tertinggi 51,72 MPa dicapai oleh beton dengan komposisi kadar serbuk kaca 10% gradasi menerus, kadar semen 403 kg\/m3, kadar air 190 l\/m3, dan kadar silica fume 5%. Substitusi serbuk kaca terhadap semen hingga 30% masih menghasilkan beton struktural hingga 32,23 MPa. Serbuk kaca dengan gradasi menerus menghasilkan kekuatan yang relatif lebih tinggi dibandingkan serbuk kaca dengan gradasi seragam.\r\nDi buat oleh: \u00a0Bernardinus Herbudiman (herbudiman@itenas.ac.id),\u00a0Chandra Januar\r\nKeyword :\u00a0serbuk kaca, slump flow, self-compacting concrete\r\nKeterangan :\u00a0The 1st Indonesian Structural Engineering and Materials Symposium,\u00a0Department of Civil Engineering \u2013 Parahyangan Catholic University, 17-18 November 2011.\r\nPemanfaatan Serbuk Kaca Sebagai Powder Pada Self-Compacting Concrete"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#topic":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=118"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=145"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=self-compacting-concrete"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=serbuk-kaca"},{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=slump-flow"}],"http:\/\/rdfs.org\/sioc\/ns#attachment":[{"type":"uri","value":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2012\/03\/Pemanfaatan-Serbuk-Kaca-Sebagai-Powder-Pada-Self-Compacting-Concrete.pdf"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=2#account":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=2&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=118":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=118&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=145":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?cat=145&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=self-compacting-concrete":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=self-compacting-concrete&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=serbuk-kaca":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=serbuk-kaca&feed=lhrdf&format=json"}]},"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=slump-flow":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?tag=slump-flow&feed=lhrdf&format=json"}]},"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2012\/03\/Pemanfaatan-Serbuk-Kaca-Sebagai-Powder-Pada-Self-Compacting-Concrete.pdf":{"http:\/\/www.w3.org\/2000\/01\/rdf-schema#seeAlso":[{"type":"uri","value":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?attachment_id=547&feed=lhrdf&format=json"}]}}