{"id":1588,"date":"2013-04-11T03:51:31","date_gmt":"2013-04-11T03:51:31","guid":{"rendered":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588"},"modified":"2013-04-11T09:03:56","modified_gmt":"2013-04-11T09:03:56","slug":"foam-bitumen-sebagai-bahan-penstabilisasi-perkerasan-jalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588","title":{"rendered":"FOAM BITUMEN SEBAGAI BAHAN PENSTABILISASI PERKERASAN JALAN"},"content":{"rendered":"<p>Bahan penstabilisasi (stabilizer) telah mulai digunakan untuk konstruksi jalan sejak zaman Romawi, sekitar 2000 tahun yang lalu. Saat ini berbagai jenis stabilizer telah banyak digunakan selain untuk meningkatkan daya dukung perkerasan juga untuk meningkatkan durabilitas dan ketahanan perkerasan terhadap pengaruh air dan lingkungan. Material yang distabilisasi dengan menggunakan semen atau kapur akan bersifat semi kaku atau bahkan cenderung getas. Semakin tinggi persentase pemakaian semen atau kapur, semakin getas bahan yang dihasilkan, sehingga bahan yang distabilisasi memiliki daya tahan terhadap retak yang tidak begitu baik. Sedangkan material yang distabilisasi dengan aspal akan menghasilkan bahan yang bersifat lebih fleksibel dibandingkan bila menggunakan semen, tetapi kekuatan yang dihasilkannya jauh di bawah kekuatan stabilisasi dengan menggunakan semen. Agar sifat bahan yang distabilisasi memiliki kekuatan yang relatif tinggi tetapi masih memiliki daya tahan terhadap retak yang baik (cukup fleksibel), maka kedua bahan penstabilisasi ini harus dikolaburasikan. Foam Bitumen adalah campuran antara udara, air dan bitumen yang dicampur dengan komposisi tertentu. Foam bitumen dihasilkan dengan cara menginjeksikan air ke aspal panas di dalam foaming chamber. Foam bitumen dapat digunakan sebagai bahan penstabilisasi hampir untuk semua jenis material. Penggunaan foam bitumen harus dikolaburasikan dengan penambahan filler aktif (semen\/kapur) pada material yang akan distabilisasi. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembuatan dan keberhasilan stabilisasi dengan menggunakan foam bitumen ini. Tulisan ini mencoba memberikan gambaran mengenai sifat foam bitumen, faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan foam bitumen, jenis bahan yang dapat distabilisasi dan kinerja laboratorium campuran yang distabilisasi dengan foam bitumen.<\/p>\n<p>Dibuat oleh :\u00a0R. Anwar YAMIN, \u00a0Agus Bari Sailendra,\u00a0Imam Aschuri, MSc.\u00a0(ayplg@yahoo.com,\u00a0absyail@yahoo.coma, aschuri@itenas.ac.id)<\/p>\n<p>Kata Kunci : \u00a0Foam bitumen, parameter yang mepengaruhi, bahan penstabilisai<\/p>\n<p>Keterangan : \u00a0Makalah ini \u00a0di muat pada \u00a0Proceeding Konferensi Nasional Teknik Jalan ke 8, 4-5 September 2007, Jakarta. Terpilih sebagai Makalah Inovasi Terbaik.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/8.-KRTJ-2007.pdf\">FOAM BITUMEN SEBAGAI BAHAN PENSTABILISASI PERKERASAN JALAN<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahan penstabilisasi (stabilizer) telah mulai digunakan untuk konstruksi jalan sejak zaman Romawi, sekitar 2000 tahun yang lalu. Saat ini berbagai jenis stabilizer telah banyak digunakan selain untuk meningkatkan daya dukung perkerasan juga untuk meningkatkan durabilitas dan ketahanan perkerasan terhadap pengaruh air dan lingkungan. Material yang distabilisasi dengan menggunakan semen atau kapur akan bersifat semi kaku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,145],"tags":[591,589,590],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>FOAM BITUMEN SEBAGAI BAHAN PENSTABILISASI PERKERASAN JALAN - Karya Tulis Ilmiah Itenas<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"FOAM BITUMEN SEBAGAI BAHAN PENSTABILISASI PERKERASAN JALAN - Karya Tulis Ilmiah Itenas\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bahan penstabilisasi (stabilizer) telah mulai digunakan untuk konstruksi jalan sejak zaman Romawi, sekitar 2000 tahun yang lalu. Saat ini berbagai jenis stabilizer telah banyak digunakan selain untuk meningkatkan daya dukung perkerasan juga untuk meningkatkan durabilitas dan ketahanan perkerasan terhadap pengaruh air dan lingkungan. Material yang distabilisasi dengan menggunakan semen atau kapur akan bersifat semi kaku [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-04-11T03:51:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2013-04-11T09:03:56+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Asep Kamaludin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Asep Kamaludin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588\",\"url\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588\",\"name\":\"FOAM BITUMEN SEBAGAI BAHAN PENSTABILISASI PERKERASAN JALAN - Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website\"},\"datePublished\":\"2013-04-11T03:51:31+00:00\",\"dateModified\":\"2013-04-11T09:03:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"FOAM BITUMEN SEBAGAI BAHAN PENSTABILISASI PERKERASAN JALAN\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website\",\"url\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/\",\"name\":\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"description\":\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9\",\"name\":\"Asep Kamaludin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Asep Kamaludin\"},\"url\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"FOAM BITUMEN SEBAGAI BAHAN PENSTABILISASI PERKERASAN JALAN - Karya Tulis Ilmiah Itenas","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"FOAM BITUMEN SEBAGAI BAHAN PENSTABILISASI PERKERASAN JALAN - Karya Tulis Ilmiah Itenas","og_description":"Bahan penstabilisasi (stabilizer) telah mulai digunakan untuk konstruksi jalan sejak zaman Romawi, sekitar 2000 tahun yang lalu. Saat ini berbagai jenis stabilizer telah banyak digunakan selain untuk meningkatkan daya dukung perkerasan juga untuk meningkatkan durabilitas dan ketahanan perkerasan terhadap pengaruh air dan lingkungan. Material yang distabilisasi dengan menggunakan semen atau kapur akan bersifat semi kaku [&hellip;]","og_url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588","og_site_name":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","article_published_time":"2013-04-11T03:51:31+00:00","article_modified_time":"2013-04-11T09:03:56+00:00","author":"Asep Kamaludin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Asep Kamaludin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588","url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588","name":"FOAM BITUMEN SEBAGAI BAHAN PENSTABILISASI PERKERASAN JALAN - Karya Tulis Ilmiah Itenas","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website"},"datePublished":"2013-04-11T03:51:31+00:00","dateModified":"2013-04-11T09:03:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=1588#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"FOAM BITUMEN SEBAGAI BAHAN PENSTABILISASI PERKERASAN JALAN"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website","url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/","name":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","description":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9","name":"Asep Kamaludin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g","caption":"Asep Kamaludin"},"url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6"}]}},"views":1610,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1588"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1588"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1588\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1644,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1588\/revisions\/1644"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1588"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1588"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1588"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}