{"id":2079,"date":"2013-10-09T08:47:47","date_gmt":"2013-10-09T08:47:47","guid":{"rendered":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079"},"modified":"2013-10-09T08:47:47","modified_gmt":"2013-10-09T08:47:47","slug":"pencitraan-suasana-ruang-dalam-masjid-al-irsyad-sebagai-akibat-dari-pencahayaan-alami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079","title":{"rendered":"PENCITRAAN SUASANA RUANG DALAM MASJID AL-IRSYAD SEBAGAI AKIBAT DARI PENCAHAYAAN ALAMI"},"content":{"rendered":"<p>Sebuah bangunan peribadatan memiliki banyak aspek untuk diolah dalam rangka<br \/>\nmembentuk citra bangunan tersebut, salah satunya adalah pengolahan pencahayaan alami. Pencitraan dari pencahayaan alami ini baru dapat dirasakan setelah bangunan tersebut telah ada (terbangun). Pencintraan sangat bersifat objektif dan kualitatif, sehingga pencitraan harus terwujud dari sesuatu yang benar sesuai dengan standar yang benar yang dapat dihitung secara kuantitatif atau dapat dibuktikan kebenarannya, yang dilakukan melalui hasil wawancara pengguna bangunan masjid Al-Irsyad, analisis karakter pencahayaan dari foto lapangan, serta analisis hasil pengukuran intensitas pencahayaan pada ruang dalam bangunan masjid Al-Irsyad. Pencitraan ruang juga dipengaruhi beberapa faktor penentu, diantaranya adalah orientasi diri pengguna, penghayatan ruang, kenyamanan visual, serta kontras cahaya dalam ruang. Dari segi orientasi diri pengguna, tujuan mereka datang ke masjid ini adalah shalat dan beribadah, fungsi mihrab sebagai orientasi utama dalam ruang sudah sangat sesuai dengan orientasi diri pengguna yang ada. Dari segi penghayatan ruang, pencahayaan alami ruang dalam masjid Al-Irsyad dinyatakan nyaman, khusuk, tenang, dan syahdu oleh para penggunanya. Dalam aspek kenyamanan visual, ruang dalam masjid Al-Irsyad masih tergolong kurang nyaman, dilihat hasil pengukuran lapangan yang kami lakukan, dibandingkan dengan standarisasi yang ada. Dalam aspek kontras dalam ruang, ruang dalam masjid Al-Irsyad ini memberikan citra pencahayaan yang berbeda pada setiap shaft di dalam ruangnya, shaft terdepan cenderung tidak mengalami kontras ruang karena efek silau, bagian tengah ruang merupakan bagian terbaik dalam melihat kontas dalam ruang, sedangkan di bagian shaft belakang pengguna\/jemaah cenderung kekurangan pencahayaan alami. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa ruang dalam masjid Al-Irsyad telah memiliki pencitraan yang baik dari pengaruh pencahayaan alami dalam aspek suasana ruang yang syahdu, tentram\/tenang, khusuk, sejuk, terasa alami, akan tetapi terasa kurang baik dalam aspek kenyaman visual penggunanya.<\/p>\n<p>Dibuat oleh : \u00a0Erwin Yuniar Rahadian, Pradita Candrawati, Amalia Nova Susanti<\/p>\n<p>E-mail:\u00a0ears@itenas.ac.id<\/p>\n<p>Kata kunci :\u00a0pencitraan, pencahayaan alami, ruang dalam, masjid.<\/p>\n<p>Keterangan : \u00a0Laporan Penelitian<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/Erwin-Yuniar_1.pdf\">PENCITRAAN SUASANA RUANG DALAM MASJID AL-IRSYAD SEBAGAI AKIBAT DARI PENCAHAYAAN ALAMI_1<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/Erwin-Yuniar_2.pdf\">PENCITRAAN SUASANA RUANG DALAM MASJID AL-IRSYAD SEBAGAI AKIBAT DARI PENCAHAYAAN ALAMI_2<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/Erwin-Yuniar_3.pdf\">PENCITRAAN SUASANA RUANG DALAM MASJID AL-IRSYAD SEBAGAI AKIBAT DARI PENCAHAYAAN ALAMI_3<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebuah bangunan peribadatan memiliki banyak aspek untuk diolah dalam rangka membentuk citra bangunan tersebut, salah satunya adalah pengolahan pencahayaan alami. Pencitraan dari pencahayaan alami ini baru dapat dirasakan setelah bangunan tersebut telah ada (terbangun). Pencintraan sangat bersifat objektif dan kualitatif, sehingga pencitraan harus terwujud dari sesuatu yang benar sesuai dengan standar yang benar yang dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,146],"tags":[815,813,812,814],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>PENCITRAAN SUASANA RUANG DALAM MASJID AL-IRSYAD SEBAGAI AKIBAT DARI PENCAHAYAAN ALAMI - Karya Tulis Ilmiah Itenas<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PENCITRAAN SUASANA RUANG DALAM MASJID AL-IRSYAD SEBAGAI AKIBAT DARI PENCAHAYAAN ALAMI - Karya Tulis Ilmiah Itenas\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebuah bangunan peribadatan memiliki banyak aspek untuk diolah dalam rangka membentuk citra bangunan tersebut, salah satunya adalah pengolahan pencahayaan alami. Pencitraan dari pencahayaan alami ini baru dapat dirasakan setelah bangunan tersebut telah ada (terbangun). Pencintraan sangat bersifat objektif dan kualitatif, sehingga pencitraan harus terwujud dari sesuatu yang benar sesuai dengan standar yang benar yang dapat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-10-09T08:47:47+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Asep Kamaludin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Asep Kamaludin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079\",\"url\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079\",\"name\":\"PENCITRAAN SUASANA RUANG DALAM MASJID AL-IRSYAD SEBAGAI AKIBAT DARI PENCAHAYAAN ALAMI - Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website\"},\"datePublished\":\"2013-10-09T08:47:47+00:00\",\"dateModified\":\"2013-10-09T08:47:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PENCITRAAN SUASANA RUANG DALAM MASJID AL-IRSYAD SEBAGAI AKIBAT DARI PENCAHAYAAN ALAMI\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website\",\"url\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/\",\"name\":\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"description\":\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9\",\"name\":\"Asep Kamaludin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Asep Kamaludin\"},\"url\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PENCITRAAN SUASANA RUANG DALAM MASJID AL-IRSYAD SEBAGAI AKIBAT DARI PENCAHAYAAN ALAMI - Karya Tulis Ilmiah Itenas","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"PENCITRAAN SUASANA RUANG DALAM MASJID AL-IRSYAD SEBAGAI AKIBAT DARI PENCAHAYAAN ALAMI - Karya Tulis Ilmiah Itenas","og_description":"Sebuah bangunan peribadatan memiliki banyak aspek untuk diolah dalam rangka membentuk citra bangunan tersebut, salah satunya adalah pengolahan pencahayaan alami. Pencitraan dari pencahayaan alami ini baru dapat dirasakan setelah bangunan tersebut telah ada (terbangun). Pencintraan sangat bersifat objektif dan kualitatif, sehingga pencitraan harus terwujud dari sesuatu yang benar sesuai dengan standar yang benar yang dapat [&hellip;]","og_url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079","og_site_name":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","article_published_time":"2013-10-09T08:47:47+00:00","author":"Asep Kamaludin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Asep Kamaludin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079","url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079","name":"PENCITRAAN SUASANA RUANG DALAM MASJID AL-IRSYAD SEBAGAI AKIBAT DARI PENCAHAYAAN ALAMI - Karya Tulis Ilmiah Itenas","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website"},"datePublished":"2013-10-09T08:47:47+00:00","dateModified":"2013-10-09T08:47:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=2079#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PENCITRAAN SUASANA RUANG DALAM MASJID AL-IRSYAD SEBAGAI AKIBAT DARI PENCAHAYAAN ALAMI"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website","url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/","name":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","description":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9","name":"Asep Kamaludin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g","caption":"Asep Kamaludin"},"url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6"}]}},"views":1631,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2079"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2079"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2079\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2084,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2079\/revisions\/2084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}