{"id":25,"date":"2012-03-13T09:34:43","date_gmt":"2012-03-13T09:34:43","guid":{"rendered":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25"},"modified":"2012-03-21T06:20:31","modified_gmt":"2012-03-21T06:20:31","slug":"pembuatan-briket-dari-tempurung-kelapa-dengan-penambahan-polietilen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25","title":{"rendered":"Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa dengan Penambahan Polietilen"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Negara beriklim tropis seperti Indonesia merupakan penghasil kelapa yang cukup besar. Tempurung kelapa merupakan limbah hasil pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sampai saat ini pemanfaatan tempurung kelapa masih terbatas pada industri kerajinan. Tempurung kelapa merupakan biomassa yang mengandung unsur karbon (C) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi atau bahan bakar. Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan polietilen terus meningkat. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah polietilen tidak dapat terelakan. Pemanfaatan limbah polietilen merupakan upaya menekan pembuangan polietilen seminimal mungkin. Pemanfaatan tersebut dapat dilakukan dengan pemakaian kembali maupun daur ulang. Limbah tempurung kelapa dan polietilen ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini memunculkan ide untuk memanfaatkan limbah tempurung kelapa menjadi suatu bahan bakar alternatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Briket adalah arang yang diproses sedemikian rupa sehingga mempunyai daya serap yang tinggi terhadap bahan yang berbetuk larutan atau uap. Briket dapat dibuat dari bahan yang mengandung karbon baik organik maupun anorganik. Tempurung kelapa bisa dijadikan bahan alternatif pembuatan briket karena mengandung unsur karbon yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi atau bahan bakar. dalam pembuatan briket, polietilen sangat berperan aktif sebagai perekat (binder) dimana polietilen dapat menambah nilai kalor dan titik nyala. Pembuatan briket dari tempurung kelapa dengan penambahan polietilen yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan pengempaan panas dan proses pirolisis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dibuat oleh<\/strong> : Ronny Kurniawan (<a href=\"mailto: ronny_k@itenas.ac.id\">ronny_k@itenas.ac.id<\/a>)<br \/>\n<strong>Keyword :<\/strong> Briket, tempurung kelapa, polietilen, pirolisis<br \/>\n<strong>Keterangan :<\/strong> Dipresentasikan pada Seminar Tjipto Utomo, 30 Agustus 2007 Kampus Itenas<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2012\/03\/Pembuatan-Briket-dari-Tempurung-Kelapa-dengan-Penambahan-Polietilen1.pdf\">Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa dengan Penambahan Polietilen<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Negara beriklim tropis seperti Indonesia merupakan penghasil kelapa yang cukup besar. Tempurung kelapa merupakan limbah hasil pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sampai saat ini pemanfaatan tempurung kelapa masih terbatas pada industri kerajinan. Tempurung kelapa merupakan biomassa yang mengandung unsur karbon (C) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi atau bahan bakar. Seiring dengan perkembangan teknologi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,6],"tags":[28,31,30,29],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa dengan Penambahan Polietilen - Karya Tulis Ilmiah Itenas<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa dengan Penambahan Polietilen - Karya Tulis Ilmiah Itenas\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Negara beriklim tropis seperti Indonesia merupakan penghasil kelapa yang cukup besar. Tempurung kelapa merupakan limbah hasil pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sampai saat ini pemanfaatan tempurung kelapa masih terbatas pada industri kerajinan. Tempurung kelapa merupakan biomassa yang mengandung unsur karbon (C) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi atau bahan bakar. Seiring dengan perkembangan teknologi, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2012-03-13T09:34:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2012-03-21T06:20:31+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"wardana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"wardana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25\",\"url\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25\",\"name\":\"Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa dengan Penambahan Polietilen - Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website\"},\"datePublished\":\"2012-03-13T09:34:43+00:00\",\"dateModified\":\"2012-03-21T06:20:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/c182db9e905e6be9b6bd7ec6dd7e193e\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa dengan Penambahan Polietilen\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website\",\"url\":\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/\",\"name\":\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"description\":\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/c182db9e905e6be9b6bd7ec6dd7e193e\",\"name\":\"wardana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec3e3ea57f03c59f3b6230133547d113?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec3e3ea57f03c59f3b6230133547d113?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"wardana\"},\"url\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa dengan Penambahan Polietilen - Karya Tulis Ilmiah Itenas","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa dengan Penambahan Polietilen - Karya Tulis Ilmiah Itenas","og_description":"Negara beriklim tropis seperti Indonesia merupakan penghasil kelapa yang cukup besar. Tempurung kelapa merupakan limbah hasil pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sampai saat ini pemanfaatan tempurung kelapa masih terbatas pada industri kerajinan. Tempurung kelapa merupakan biomassa yang mengandung unsur karbon (C) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi atau bahan bakar. Seiring dengan perkembangan teknologi, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25","og_site_name":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","article_published_time":"2012-03-13T09:34:43+00:00","article_modified_time":"2012-03-21T06:20:31+00:00","author":"wardana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"wardana","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25","url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25","name":"Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa dengan Penambahan Polietilen - Karya Tulis Ilmiah Itenas","isPartOf":{"@id":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website"},"datePublished":"2012-03-13T09:34:43+00:00","dateModified":"2012-03-21T06:20:31+00:00","author":{"@id":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/c182db9e905e6be9b6bd7ec6dd7e193e"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=25#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa dengan Penambahan Polietilen"}]},{"@type":"WebSite","@id":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website","url":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/","name":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","description":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/c182db9e905e6be9b6bd7ec6dd7e193e","name":"wardana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec3e3ea57f03c59f3b6230133547d113?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec3e3ea57f03c59f3b6230133547d113?s=96&d=mm&r=g","caption":"wardana"},"url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=1"}]}},"views":8380,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":262,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25\/revisions\/262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}