{"id":5313,"date":"2017-12-05T05:56:04","date_gmt":"2017-12-05T05:56:04","guid":{"rendered":"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313"},"modified":"2017-12-05T05:56:04","modified_gmt":"2017-12-05T05:56:04","slug":"eksplorasi-limbah-nabati-sebagai-implementasi-konsep-abg-pada-pemberdayaan-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313","title":{"rendered":"Eksplorasi Limbah Nabati Sebagai Implementasi Konsep ABG pada Pemberdayaan Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p>Konsep ABG dalam ekonomi kreatif adalah konsep yang menjadi eksklusif dikarenakan keterbatasan yang tinggi dirasakan oleh masyarakat untuk memperoleh pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Jika konsep ini dipahami sebagai sebuah inisiasi, maka pada dasarnya seharusnya konsep ini dapat menyentuh masyarakat banyak. Permasalahan yang banyak dirasakan adalah justru teknologi atau sains yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tinggi cenderung lebih mengikuti percepatan yang terjadi pada dunia teknologi dan sains itu sendiri, sementara teknologi atau sains yang dapat \u2018dilakukan\u2019 oleh masyarakat sebagai \u2018alat\u2019 bagi kesejahteraan justru masih sedikit disentuh oleh lembaga pendidikan tinggi. Masyarakat ekonomi menengah kebawah adalah jumlah yang justru dominan di Indonesia. Hal inilah salah satu yang melatari penelitian yang dilakukan, yaitu satu pendekatan berkreasi bagi masyarakat ekoomi menengah kebawah. Yaitu pendekatan yang dapat diterapkan, dilakukan, oleh masyarakat ekonomi menengah kebawah untuk mendasari tumbuhnya industri kecil menengah yang mampu menciptakan kemandirian bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Pendekatan yang diteliti adalah salah satu pendekatan berkreasi yang dapat digunakan bagi para pelaku usaha dengan tidak mengandalkan pada teknologi tinggi, sumber energi yang tinggi, bahkan investasi yang tinggi, sehingga diharapkan mampu dilakukan oleh banyak pihak, terutama masyarakat menengah kebawah. Pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan ekplorasi material, dengan memanfaatkan bahan baku non\u2010konvensional seperti biji, kulit, bonggol buah buahan sebagai limbah konsumsi nabati yang dihasilkan oleh perkebunan atau industri pengolahan hasil perkebunan. Dalam penelitian tersebut, setidaknya ditemukan empat karakteristik material yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan nilai kebaruan tanpa harus mengandalkan kepekaan dan bakat dari pelaku kreasi. Didasarkan pada karakteristik estetik, struktur, fisik dan kimia, serta karakteristik dimensi, diperoleh beragam kemungkinan pengolahan yang dapat menghasilkan originalitas karya serta keunikan yang memberikan nilai jual dari produk hasil pendekatan tersebut. Dengan memanfaatkan peralatan yang diusahakan sangat sederhana, seperti cutter, gergaji tangan, palu, penelitian yang dilakukan dapat menghasilkan beragam kemungkinan produk baru dengan nilai yang berlipat dibandingkan nilai bahan baku sebelumnya sebagai limbah konsumsi. Pendekatan eksplorasi material memberikan peluang bagi industri kecil menengah di Indonesia untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berpendidikan rendah untuk berkreasi dalam industri kecil menengah. Penggunaan teknologi sederhana dan mengandalkan sumber daya alam berupa limbah konsumsi sehingga tersedia secara kontinyu, menjadikan pendekatan ini sangat tepat diterapkan pada daerah\u2010daerah di seluruh pelosok Indonesia yang masih memiliki keterbatasan dalam ketersediaan infrastuktur sebuah industri yang konvensional. Penelitian yang dilakukan di lembaga akademik tersebut, menghasilkan produk konsumsi yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, terutama jika dilihat bahwa produk yang dihasilkan adalah produk berbahan baku yang tidak memiliki nilai ekonomi sama sekali. Tingkat Pemahaman yang rendah dari masyarakat terhadap \u2018kebaruan\u2019 sebuah produk, dapat direduksi melalui pemberian pola pikir lateral yang mendasari pendekatan eksplorasi material yang diberikan. Rendahnya investasi yang dibutuhkan, penguasaan yang cukup mudah terhadap pola kreasi, akan memudahkan munculnya industri\u2010industri kecil yang berbasiskan pada pendekatan ini. Efek yang dimunculkan adalah efek berlapis yang akan mendorong sektor bisnis lain, khususnya akan dibahas pada penelitian ini adalah pariwisata edukasi. Dengan keterlibatan pemerintah dalam menjalankan konsep ini pada masyarakat satu daerah, maka dapat dilihat bahwa implementasi dari konsep ABG bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan di Indonesia. Penelitian terhadap pendekatan eksplorasi material telah diuji cobakan pada lembaga pendidikan tinggi sejak tahun 2002 dengan bahan baku biji, kulit, dan bonggol buah\u2010buahan, dengan studi kasus pembuatan produk\u2010produk elemen interior, perhiasan, furniture, dan fashion. Dari penelitian tersebut, diperoleh tahap umum pola pendekatan ini agar dapat diterapkan pada dunia usaha, dan masih dalam tataran konsep, bagaimana gambaran pendekatan ini dapat memberikan multiplier efect bagi pemberdayaan ekonomi sebuah daerah.<\/p>\n<p><strong>Dibuat oleh : <\/strong>Andry Masri, Biranul Anas Zaman<br \/>\n<strong> Alamat e-mail: <\/strong>andrymasri@gmail.com<br \/>\n<strong> Kata kunci : <\/strong>ekplorasi material, konsep ABG, Industri Kreatif, multiplier effect.<br \/>\n<strong>Keterangan: <\/strong>Karya Ilmiah ini Disampaikan pada Simposium nasional ke X Rekayasa Aplikasi Perencanaan dan Industri, Fakultas Teknik Universitas Muhamadiyah Surakarta, 13 Desember 2011.<strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/07-Eksplorasi-Limbah-Nabati-Sebagai-Implementasi-Konsep-ABG-pada-Pemberdayaan-Masyarakat.pdf\">Eksplorasi Limbah Nabati Sebagai Implementasi Konsep ABG pada Pemberdayaan Masyarakat<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsep ABG dalam ekonomi kreatif adalah konsep yang menjadi eksklusif dikarenakan keterbatasan yang tinggi dirasakan oleh masyarakat untuk memperoleh pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Jika konsep ini dipahami sebagai sebuah inisiasi, maka pada dasarnya seharusnya konsep ini dapat menyentuh masyarakat banyak. Permasalahan yang banyak dirasakan adalah justru teknologi atau sains yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tinggi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52,54],"tags":[2236,1310,2237,2238],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Eksplorasi Limbah Nabati Sebagai Implementasi Konsep ABG pada Pemberdayaan Masyarakat - Karya Tulis Ilmiah Itenas<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Eksplorasi Limbah Nabati Sebagai Implementasi Konsep ABG pada Pemberdayaan Masyarakat - Karya Tulis Ilmiah Itenas\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konsep ABG dalam ekonomi kreatif adalah konsep yang menjadi eksklusif dikarenakan keterbatasan yang tinggi dirasakan oleh masyarakat untuk memperoleh pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Jika konsep ini dipahami sebagai sebuah inisiasi, maka pada dasarnya seharusnya konsep ini dapat menyentuh masyarakat banyak. Permasalahan yang banyak dirasakan adalah justru teknologi atau sains yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tinggi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-12-05T05:56:04+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Asep Kamaludin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Asep Kamaludin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313\",\"url\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313\",\"name\":\"Eksplorasi Limbah Nabati Sebagai Implementasi Konsep ABG pada Pemberdayaan Masyarakat - Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website\"},\"datePublished\":\"2017-12-05T05:56:04+00:00\",\"dateModified\":\"2017-12-05T05:56:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Eksplorasi Limbah Nabati Sebagai Implementasi Konsep ABG pada Pemberdayaan Masyarakat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website\",\"url\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/\",\"name\":\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"description\":\"Karya Tulis Ilmiah Itenas\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9\",\"name\":\"Asep Kamaludin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Asep Kamaludin\"},\"url\":\"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Eksplorasi Limbah Nabati Sebagai Implementasi Konsep ABG pada Pemberdayaan Masyarakat - Karya Tulis Ilmiah Itenas","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Eksplorasi Limbah Nabati Sebagai Implementasi Konsep ABG pada Pemberdayaan Masyarakat - Karya Tulis Ilmiah Itenas","og_description":"Konsep ABG dalam ekonomi kreatif adalah konsep yang menjadi eksklusif dikarenakan keterbatasan yang tinggi dirasakan oleh masyarakat untuk memperoleh pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Jika konsep ini dipahami sebagai sebuah inisiasi, maka pada dasarnya seharusnya konsep ini dapat menyentuh masyarakat banyak. Permasalahan yang banyak dirasakan adalah justru teknologi atau sains yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tinggi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313","og_site_name":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","article_published_time":"2017-12-05T05:56:04+00:00","author":"Asep Kamaludin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Asep Kamaludin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313","url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313","name":"Eksplorasi Limbah Nabati Sebagai Implementasi Konsep ABG pada Pemberdayaan Masyarakat - Karya Tulis Ilmiah Itenas","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website"},"datePublished":"2017-12-05T05:56:04+00:00","dateModified":"2017-12-05T05:56:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?p=5313#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Eksplorasi Limbah Nabati Sebagai Implementasi Konsep ABG pada Pemberdayaan Masyarakat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#website","url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/","name":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","description":"Karya Tulis Ilmiah Itenas","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/f3b1ab90b912c959a933991c65c59fc9","name":"Asep Kamaludin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f3fff432f1af1e74180f39e33a202251?s=96&d=mm&r=g","caption":"Asep Kamaludin"},"url":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/?author=6"}]}},"views":1098,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5313"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5313"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5313\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5316,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5313\/revisions\/5316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lib.itenas.ac.id\/kti\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}