Page 6 - JABAR_20250602
P. 6
Leisure
Halaman
Halaman 6
Halaman 6 SENIN, 2 JUNI 2025 SENIN, 2 JUNI 2025
BRENGKES RERE
BRENGKES RERE
w
Men
Menyentuh Lidah dan Hati Lewat Media Sosialat Media Sosial
entuh Lidah dan Hati Le
y
ABUT pagi belum warisan lewat platform yang menjangkau
benar-benar terangkat generasi muda,” kata Kepala Dinas
ketika aroma sedap Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon,
K menyelinap dari dapur Dadang Suhendra.
sederhana di Jalan Panembahan Kini, warung milik Rere, Kambas
Ratu, Kecamatan Plered, Table, tak hanya ramai pembeli offline,
Kabupaten Cirebon. Asap tipis dari tapi juga menerima pesanan via Shopee
kukusan besar menari, membawa dan marketplace lokal. Omzetnya stabil
bisik rempah yang menyeruak ke di angka Rp 7–8 juta per bulan.
hidung siapa pun yang melintas.
Di balik dapur itu, Rere Barara Narasi yang Laku di Pasar
(42) berdiri tegak. Tangannya tak Cerita dan rasa jadi kekuatan
hanya meracik bumbu, tapi juga Brengkes. Tak sedikit pelanggan yang
menghidupkan kembali cita rasa datang karena tertarik pada kisah yang
lama bernama Brengkes, makanan ia bagikan di media sosial.
rumahan khas keluarga yang “Saya lihat dari postingan Instagram,
nyaris terlupakan oleh zaman. ternyata enak dan beda. Rasanya kayak
Di mana, brengkes ini masakan ibu di rumah,” ujar Saenah
merupakan makanan favorit (36), pelanggan setia asal Plered.
orang era tahun 60-an dan kini Bagi Rere, setiap unggahan bukan
mulai dihidupkan kembali. “Dulu sekadar promosi, tapi juga cara
cuma buat keluarga. Tapi saya mendokumentasikan sejarah kecil yang
pikir, kenapa nggak coba dijual? ia miliki.
Ternyata banyak yang rindu
makanan kayak gini,” ujar Rere, UMKM Digital, Warisan yang Terjaga
sambil tersenyum. Di tengah gempuran tren kuliner
Dengan semangat dan sedikit kekinian, Rere memilih berjalan pelan,
keberanian, Rere mengunggah tapi pasti. Ia membuktikan, bahwa
foto Brengkes buatannya di UMKM tak melulu soal modal besar atau
media sosial. Dari sinilah kisah lokasi strategis.
transformasi digital UMKM kecil itu dimulai. Bandung, bahkan Semarang. Untuk Dengan memanfaatkan platform digital, ia
menjangkau lebih luas, Rere membuat membawa makanan tradisional ke panggung
Dari Tradisi ke Transaksi Digital Brengkes versi frozen. yang lebih luas, lintas kota, bahkan lintas
Brengkes adalah masakan yang penuh “Kalau nggak digital, usaha saya mungkin generasi.
proses: daging sapi diiris tipis, dibumbui, cuma di kampung sini aja,” jelas dia. “Saya nggak pernah mimpi bisa kirim
lalu ditemani wortel, telur puyuh, cabai makanan ke Jakarta. Tapi sekarang bisa,
dan santan. Semua diramu, disatukan, lalu Didukung Komunitas dan Pemerintah karena ada media sosial dan aplikasi,” ucap
dikukus selama 45 menit. Dukungan dari Dinas Koperasi dan UMKM Ret, bangga.
Namun, Rere sadar bahwa rasa enak Kabupaten Cirebon juga datang tepat waktu. Brengkes pun bukan sekadar makanan.
saja tidak cukup di era digital. “Anak Rere difasilitasi pelatihan pemasaran digital Ia jadi medium untuk menjaga ingatan,
muda sekarang lihat visual dulu. Jadi saya dan diajak bergabung ke komunitas UMKM merawat warisan dan memperkenalkan
belajar cara foto produk, bikin caption yang lokal. rasa Cirebon ke seluruh negeri, di mana
menarik dan rajin upload di Instagram dan
menarik dan rajin upload di Instagram dan “UMKM seperti milik Bu Rere ini contoh semuanya dimulai dari dapur kecil, sinyal
“UMKM seperti milik Bu Rere ini contoh
semuanya dimulai dari dapur kecil, sinyal
internet dan tekad yang besar.
nyata pelaku usaha yang cepat adaptif
Facebook,” ucapnya.
Facebook,” ucapnya. nyata pelaku usaha yang cepat adaptif internet dan tekad yang besar.
e
n
te te terhadap digitalisasi. Mereka bukan cuma
a
ew
e
Ia pun mulai membuka pemesanan lewat terhadap digitalisasi. Mereka bukan cuma Terlebih, di tengah hingar-bingar
Terlebih, di tengah hingar-bingar
Ia pun mulai membuka pemesanan lewat
p
k
berdagang, tapi menjaga
digitalisasi, Rere membuktikan bahwa ketika
WhatsApp Business dan
WhatsApp Business dan berdagang, tapi menjaga digitalisasi, Rere membuktikan bahwa ketika
Shopee Food. Tak
Shopee Food. Tak rasa, cerita dan teknologi bersatu, maka
rasa, cerita dan teknologi bersatu, maka
UMKM bisa tumbuh bukan hanya sebagai
lama, permintaan
lama, permintaan UMKM bisa tumbuh bukan hanya sebagai
bisnis, tapi juga penjaga warisan
datang dari luar kota, bisnis, tapi juga penjaga warisan
datang dari luar kota,
budaya. (Eki Yulianto)
baik Jakarta, budaya. (Eki Yulianto)
baik Jakarta,
FOTO-FOTO: TRIBUN JABAR/EKI YULIANTO

