Page 6 - JABAR_20250603
P. 6
Leisure
Leisure
Halaman 10 KAMIS, 1 AGUSTUS 2024
Halaman 6 SELASA, 3 JUNI 2025
Menikmati Hangatnya
Surabi Asmara
ATAHARI yang cerah begitu menghangat- ungkapnya.
kan tubuh para pesepeda yang istira- Sambil membuat pesanan serabi, Mara menye-
M hat sambil menyantap Surabi Asmara. butkan ia menyajikan varian serabi tradisional
Meskipun kini tempat sarapan viral cukup banyak seperti kinca dan oncom, harganya juga terjangkau
ditemui, namun menikmati sarapan serabi hangat mulai dari Rp 2.500 hingga Rp 8.000 saja.
masih menjadi favorit banyak orang. “Yang paling favorit itu serabi telor oncom cabe.
Seperti Surabi Asmara yang berada di Jalan Al Fat- Untuk yang menyukai rasa manis, ada juga menu
hu, Soreang yang selalu penuh pengunjung saat pagi seperti coklat dan keju. Dulu waktu mama
hari. Berada di kios sederhana, serabi yang dimasak jualan, belum jual yang manis. Sekarang saya
secara dadakan dan disajkan kepada pelanggan selagi tambah varian coklat-keju, biar anak muda
hangat ini ramai menjadi perbincangan media sosial juga suka,” tuturnya.
karena rasanya yang begitu otentik. Tingginya antusiasme masyarakat
Surabi Asmara ini telah berdiri sejak 2010 dan kini untuk menikmati serabi, membuat
dilanjutkan oleh Mara, generasi kedua dari keluarga Surabi Asmara membuka kedainya
penjual serabi legendaris. Mara mengatakan awalnya, dua kali dalam sehari, yaitu mulai
warung ini dikenal dengan nama Surabi Kabupaten, pukul 05.30 sampai 10.00,
merujuk pada lokasi jualannya yang tak jauh dari lalu sore pukul 16.00 hingga
pusat pemerintahan Kabupaten Bandung. 21.00 WIB.
“Dulu namanya dikenal Surabi Kabupaten, soal- “Buka dua kali, pagi buat
nya mama jualan di sini juga, tapi di sebelah sana. yang habis olahraga biasa-
Sekarang saya terusin, ganti nama jadi Surabi nya. Sore sampai malam
Asmara pada 2018 karena terinspirasi dari nama juga ramai terus, apalagi
keluarga saya sendiri,” ujar Mara, pemilik kedai. malam Minggu,” tutur
Ia menyebutkan, nama “Asmara” adalah akronim Mara.
yang punya makna personal. “As itu dari istri saya, Tak hanya warga
Asraf nama anak saya, dan Mara itu nama saya sekitar yang datang,
sendiri. Jadi Asmara itu singkatan kami bertiga,” Surabi Asmara juga
katanya ramah. jadi langganan in-
Meski nama berganti, Mara tetap menjaga kuali- stansi seperti Pem-
tas rasa serabi dari sang ibu. Mara menyebutkan da, Polres, dan
Surabi Asmara setia pada 100 persen tepung beras Samsat. “Sering
yang digiling sendiri setiap hari. juga menerima
“Kalau kami beda dari yang lain. Serabi di sini 100 pesanan dari
persen pakai tepung beras, enggak dicampur terigu. kantor-kan-
Tepungnya juga kami giling sendiri, jadi rasanya khas tor, tadi aja
dan teksturnya tetap lembut,” kata Mara. baru kirim
Dalam sehari, Surabi Asmara bisa mengolah hampir 50
hingga 15 kilogram tepung beras, dan bisa mening- biji. Alham-
kat jadi 25 kilogram di akhir pekan. dulillah,”
“Hari biasa mah 15 kiloan, kalau Jumat-Sabtu kata Mara.
bisa sampai 18 kilo, Minggu bisa sampai 25 kilo, (Putri Pus-
bahkan satu karung, Alhamdulillah ramai terus,” pita)
FOTO-FOTO TRIBUN JABAR/PUTRI PUSPITA

