Page 3 - JABAR_20250304
P. 3
TRIBUNHEALTH
3 SELASA, 4 MARET 2025
Mencegah Gigi Berlubang
Saat Berbuka Puasa
OKTER Spesialis Kon- sensitivitas gigi,” ujar Ayu, Sabtu berfermentasi. berlubang. “Hindari kebiasaan
servasi Gigi di Rumah (1/3). “Banyak orang mengira mengunyah hanya di satu sisi
Sakit Samarinda Me- Guna mengurangi efek negatif cukup menyikat gigi pada pagi mulut, karena dapat menyebab-
D dika Citra, Kalimantan tersebut, kata Ayu, kita harus dan sore hari. Padahal, waktu kan ketidakseimbangan tekanan
Timur, Ayu Rafania Atikah, meng- membiasakan minum air putih yang paling tepat adalah sete- pada gigi,” katanya.
ingatkan masyarakat untuk lebih sebagai penetral. Ayu mereko- lah sahur dan sebelum tidur Selain menyikat gigi, mem-
cermat dalam memilih makanan mendasikan agar berbuka diawali malam,” katanya. bersihkan lidah dan rutin
dan minuman saat berbuka dengan air putih atau kurma, Ayu juga menyarankan agar menggunakan benang gigi juga
puasa guna mencegah risiko gigi kemudian dilanjutkan dengan masyarakat menghindari kon- penting untuk mencegah pe-
berlubang. air putih setelah mengonsumsi sumsi makanan atau minuman numpukan plak serta menjaga
Menurut Ayu, makanan dan makanan manis atau minuman dengan perbedaan suhu ekstrem kesehatan mulut secara kese-
minuman manis serta bersuhu dingin. dalam waktu berdekatan, karena luruhan. Ayu mengingatkan
ekstrem, seperti es atau minum- Berkumur dengan air putih dapat menyebabkan gigi tera- untuk tidak menunda perawat-
an panas, sering menjadi pilihan juga dapat membantu menjaga sa ngilu. Untuk mencegahnya, an gigi jika mengalami keluh-
utama saat berbuka. Namun, keseimbangan pH di rongga mu- disarankan memberi jeda dengan an, karena masalah gigi yang
konsumsi berlebihan dapat ber- lut. Selain itu, ujar Ayu, penting minum air putih sebelum beralih dibiarkan tanpa penanganan
dampak negatif pada kesehatan mengonsumsi makanan berserat dari makanan panas ke minuman dapat menimbulkan komplikasi
gigi. seperti sayur dan buah-buahan, dingin. lebih lanjut.
“Makanan manis cenderung yang tidak hanya baik untuk KOMPAS.COM Ayu menyoroti pentingnya “Segera konsultasikan ke dokter
lengket dan menempel pada kesehatan gigi, tetapi juga men- cara mengunyah makanan yang gigi jika mengalami masalah gigi,
permukaan gigi, sedangkan dukung kesehatan tubuh secara agar tidak melewatkan kebiasa- pembentukan lubang gigi terjadi benar. Mengunyah dengan baik agar mendapatkan perawatan
konsumsi minuman yang terlalu keseluruhan. an menyikat gigi sebelum tidur. saat tidur, ketika produksi air liur dapat membantu proses pencer- yang tepat,” katanya.(kompas.
panas atau dingin dapat memicu Ayu mengingatkan masyarakat Ayu menjelaskan bahwa proses menurun dan bakteri lebih aktif naan dan mengurangi risiko gigi com)
Panduan Puasa bagi Penderita Diabetes
MENUNAIKAN ibadah puasa bagi pengidap diabetes beresiko tinggi hipoglikemia (gula darah turun), hiper- Pasien dalam kelompok ini tidak disarankan ber-
harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah glikemia (gula darah terlalu tinggi), dan kadar keton puasa, namun jika tetap memutuskan untuk berpua-
terjadinya komplikasi. Ketahui apa saja yang harus tinggi akibat kekurangan glukosa dan pemecahan le- sa harus berkonsultasi dulu ke dokter spesialis endo-
dilakukan agar puasa dapat berjalan lancar tanpa mak, yang bisa berakibat fatal. krin dan bersedia jika sewaktu-waktu diminta untuk
mengorbankan kesehatan. Pola naik turunnya gula darah pada pengidap diabe- membatalkan puasanya.
Federasi Diabetes Internasional (IDF) dan Diabe- tes membuat persiapan dan juga panduan dari dokter
tes and Ramadan (DAR) International Alliance telah sangat penting sebelum melakukan ibadah puasa. l Pasien Risiko Tinggi
membuat panduan praktis untuk meningkatkan pe- IDF dan DAR International Alliance yang terdiri dari Kelompok ini termasuk pasien yang diabetes tipe 1
ngetahuan masyarakat akan puasa Ramadan dan para pakar global di bidang diabetes, membagi tiga dan diabetes melitus yang mendapatkan terapi insu-
berpuasa. Penelitian menunjukkan, rata-rata peng- kategori pengidap diabetes untuk menentukan pan- lin dan penyakitnya dalam kondisi stabil.
idap diabetes berpuasa sekitar 15 hari selama Ra- duan berpuasa.
madan. l Risiko Ringan atau Menengah
Perubahan waktu makan dan pola tidur di bulan l Sangat Berisiko Tinggi Pasien dalam kelompok ini adalah pengidap diabe-
puasa berpengaruh pada homeostatis (proses yang Pengidap diabetes termasuk dalam kelompok sa- tes melitus yang kadar gula darahnya terkontrol dengan
mengendalikan fungsi tubuh) dan proses endokrin ngat berisiko tinggi jika mengalami hipoglikemia be- gaya hidup sehat atau obat-obatan. Individu dalam ka-
dalam tubuh. Bagi pengidap diabetes tipe 1 dan 2, rat, ketasidosis diabetik yang tidak bisa dijelaskan, tegori ini bisa berpuasa, tetapi harus berkonsultasi dulu
berpuasa akan menyebabkan dipecahnya glikogen serta mengalami keadaan hiperglikemik hiperosmo- dengan dokter sebelum melakukannya.
menjadi glukosa, serta timbunan glikogen dari sum- lar dan dirawat di rumah sakit dalam tiga bulan sebe- Penderita diabetes yang berpuasa harus memba-
ber non-karbohidrat. lum bulan Ramadan. Pasien dengan riwayat hipogli- talkan puasanya saat terdapat gejala darah rendah
Tubuh pengidap diabetes tipe 1 memproduksi ke- kemia berulang dan mereka yang memiliki penyakit atau tinggi, melakukan aktivitas fisik yang berat, se-
ton dari hasil dipecahnya asam lemak dan beberapa bawaan lain, termasuk ibu hamil yang juga mengidap cara mental atau emosional tidak kuat, dan tidak
asam amino. Proses ini membuat pengidap diabetes diabetes. ada yang mengawasi.(kompas.com)

