Page 2 - JABAR_20251116
P. 2

RAGAM








                                                                        2  MINGGU, 16 NOVEMBER 2025

                                                                                                                                                               FOTO-FOTO TRIBUN JABAR/NAPPISAH






































         Sejuta Cerita di Balik







                                  Secangkir Kopi












                ROMA biji sangrai di   versi awal) memaksa para bu-  besar. Dilelang di Amsterdam,   annya membuat setiap teguk-  Sejarah itu bukan cuma soal   Menurut dia, pihaknya men-
                Jack Runners Roastery,   pati di Bandung, Parakanmun-  lalu menyebar ke Eropa.”  an terasa lebih bermakna.  pahlawan. Ini sejarah sosial,   coba menghadirkan obrolan
          A menyatu dengan perca-     cang, Cianjur, dan wilayah lain   Dia menyebut, kopi tak hanya   “Kita, tuh, sudah ngopi bah-  sejarah petani yang jarang   yang berimbang, santai tapi
          kapan para pengunjung yang   menanam kopi sebuah kewa-  dibahas sebagai minuman. Ia   kan sebelum tahu sejarahnya.   ditulis,” kata Ojel.  berbasis data, ringan namun
          tak hanya datang untuk ngopi,   jiban yang kemudian mengalir   hadir sebagai saksi sejarah,   Tapi setelah tahu, jadi lebih   Dia menuturkan, diskusi   berisi.
          tapi untuk menelusuri kisah   turun menjadi beban rakyat.  hingga penggerak Revolusi   menghargai," ujarnya.   tentang kopi pun menjadi pin-  Ojel berharap, anak muda
          panjang kopi yang tumbuh     “Mereka disuruh menanam,   Prancis dan kini jadi pendam-  Menariknya, acara ini sebe-  tu masuk untuk bicara lebih   Bandung mengenal tempat
          bersama sejarah Priangan.   dibeli memang sama BPC. Tapi   ping obrolan santai anak muda.  narnya digagas oleh komunitas   jauh tentang Bandung, Priang-  tinggalnya lebih dekat.
            Acara bertajuk “Kopi Gem-  rakyat enggak boleh nyicip   “Kopi sekarang jadi budaya.   yang mayoritas berkutat di du-  an, dan masyarakatnya  “Minimal mereka tahu seja-
          bukan Kompeni, dan Kecandu-  bijinya. Enggak boleh ngambil.   Buat curhat, buat rapat, buat   nia musik indie.Mereka terbiasa   Dengan mengundang na-  rah Bandung seperti apa. Tahu
          an Nan Hakiki”,  merupakan   Bekerja saja,” tuturnya   ngobrol. Dari warkop sampai   menggelar acara band, tetapi   rasumber seperti Penulis dan   bahwa kopi, sebelum jadi gaya
          kolaborasi lintas komunitas,   Dari situ lahirlah tradisi   kafe, semuanya punya tem-  merasa ada hal lain yang ingin   Peneliti, Atep Kurnia yang   hidup Gen Z, pernah jadi be-
          Bandoeng Waktoe Itoe, Sugar   ngopi di tanah Sunda tradisi   pat,” ujar Ojel.      diangkat sejarah lokal.     menghadirkan sumber-sumber   ban rakyat Priangan,” katanya.
          Beat, Deadly Beans Coffee,   yang awalnya pahit secara har-  Namun ia mengingatkan, di   “Kami pengin ngasih insight.   sejarah primer Belanda.  (nappisah)
          hingga Jack Runners Roastery   fiah dan historis.      balik secangkir kopi yang kita
          yang selama ini dikenal dekat   Kebun-kebun kopi yang   minum hari ini, ada lekuk-
          dengan dunia musik dan kopi.  masih ada sampai sekarang,   an sejarah yang sering luput
            Namun kali ini, mereka    kata Ojel, adalah jejak nyata   perhatian.
          memilih jalur berbeda, meng-  warisan kolonial.          Bagi Ojel, kopi tetaplah kopi.
          ajak masyarakat menelusuri   “Itu sisa peninggalan Belan-  Tapi mengerti peristiwa-peristi-
          sejarah kopi yang tak pernah   da. Dulu kopi jadi komoditas   wa yang melatari perkembang-
          benar-benar lepas dari kehi-
          dupan sehari-hari.
            “Biasanya orang ngopi itu
          cuma ikut tren. Tapi sore ini
          lebih hangat, karena kita bicara
          kopi dari zaman dulu, ke akar
          rumputnya,” kata Ojel Sansan
          Yusandi, perwakilan dari
          komunitas Bandoeng Waktoe
          Itoe (BWI), saat ditemui di Jalan
          Panaitan No 34, Kota Bandung,
          Sabtu (15/11) malam.
            Ia menuturkan, kopi perta-
          ma kali hadir di Priangan pada
          masa kolonial. Bagaimana BPC
          (Badan Pengelola Culturstelsel




                                                                        Harmoni Angklung SKB Bandung



                                                        PADA 8 hingga 9 Novem-    Nah, pada Rhymba Fest    “Alhamdulillah kami    Rhymba Fest 4,” kata Kepala   tapi juga untuk melatih ker-
                                                        ber 2025, di Taman Buda-  tahun ini, Sanggar Kegiatan   berhasil menjadi salah   SKB Kota Bandung, Rena   ja kelompok, melatih disiplin
                                                        ya Dago Tea House, Kota   Belajar (SKB) Kota Bandung   satu peraih penghargaan di   Amelia Yulia.  dan kerja sama dalam kerja
                                                        Bandung, digelar Rhymba   mengirim tim angklung   katagori guru dan komuni-  Rena mengatakan para   kolektif,” ujar Rena.
                                                        Fest 4. Ini adalah perhelat-  untuk berlomba di kelas   tas. Tentu prestasi ini kami   pamong belajar dan tutor di   Rena juga mengatakan
                                                        an prestisius Lomba Musik   katagori guru dan komuni-  sambut gembira dan kami   SKB Bandung berlatih ang-  keberhasilan menjadi juara
                                                        Angklung tingkat Jawa    tas. Tim angklung SKB Kota   berterima kasih kepada   klung bukan hanya karena   tiga Rhymba Fest 4 2025 ka-
                                                        Barat. Acara yang digelar   Bandung yang terdiri atas   pamong belajar, tutor, dan   akan tampil di festival atau   tagori guru dna komunitas,
                                                        Pemerintah Provinsi Jawa   pamong belajar dan tutor,   semua pihak yang telah   sebuah kompetisi. “Di SKB   menjadi pemicu semangat
                                                        Barat, Pemerintah Kota   mampu menghadirkan pe-  berlatih keras dan maksimal   Kota Bandung, kami belajar   agar angklung SKB Kota
                                                        Bandung, Dinas Pendidik-  nampilan dan harmoni mu-  sehingga Angklung SKB   angklung rutin setiap hari   Bandung terus menciptakan
                                                        an Jawa Barat dan Dinas   sik angklung yang berbuah   Kota Bandung menjadi salah   Senin. Ini bukan hanya agar   harmoni indah dalam hidup
                                                        Pendidikan Kota Bandung,   prestasi Juara Harapan 3.  satu penerima penghargaan   kami bisa bermain angklung   dan kehidupan.(daf)
                                                        Disbudpar Kota Bandung,
                                                        Purwa Caraka Music Studio,
                                                        dan Qiast Bambu ini mam-
                                                        pu menghadirkan acara,
                                                        yang tidak hanya menjadi
                                                        ajang adu prestasi para
                                                        peserta, tapi juga harmo-
                                                        ni serta keindahan musik
                                                        angklung.
                                                         Rhymba Fest 4 ini diikuti
                                                        peserta yang datang dari
                                                        kabupaten dan kota di Ja-
                                                        bar. Para peserta terbagi ke
                                                        dalam katagori, TK, sekolah
                                                        dasar, sekolah menengah
                                                        pertama, dan guru serta
                                                        komunitas.


                                    •  Editor:  Dedy Herdiana, Deni Ahmad Fajar, Ferri Amiril Mukminin, Ichsan, Sugiri UA, Taufik Ismail               ALAMAT KANTOR:
                                    •  Staf Redaksi: Kemal Setia Permana, M Syarif Abdussalam, Tiah SM, Siti Fatimah, Nazmi Abdurahman, Muhamad Nandri Prilatama, Aldi Perdana, Ahmad Imam Baehaqi, Hilman Kamaludin, Luthfi Ahmad Mauludin, Nappisah, Eki Yulianto   Grha Tribun Jabar Jl Sekelimus Utara 2-4 Soekarno-Hatta
                                     (Cirebon), Adi Ramadan Pratama (Kabupaten Bandung), Handika Rahman (Indramayu), Ai Sani Nuraini (Ciamis), M Deanza Falevi (Purwakarta)  Bandung. Tlp: 022 7530666 (Hunting), fax: 022 7530655
                                    •  Kontributor : Rahmat Kurniawan (KBB+Cimahi), Sidqi Al Ghifari (Garut), Cikwan Suwandi (Karawang), Padna (Pangandaran), M Rizal Jalaudin (Kab. Sukabumi), Fauzi Noviandi (Cianjur),   (Umum), 022 7530656 (Redaksi), 022 7530657 (Iklan)
                                     Dian Herdiansyah (Kota Sukabumi dan Sukabumi Utara), Ahmad Rifai (Kuningan), Jaenal Abidin (Tasikmalaya), Kiki Andriana (Sumedang), Jusmawarni, Muhammad Afdal (Washington DC).  Email: redaksi@tribunjabar.id
        “TRIBUN NETWORK -  MATA LOKAL   • •  Fotografer: Gani Kurniawan                                                                                ALAMAT KANTOR JAKARTA:
                                     Sekretaris Redaksi: Sri Aryanti
           MENJANGKAU INDONESIA”    •  T  ata Letak : Donni Valentino (Koordinator),  Richard Andreas Mendelson, Edwin Teguh Kurnia                    Gedung Tribun Network - Kompas Gramedia, Jalan
                                                                                                                                                       021-5359525, Fax: 021-5359523
            Penerbit: PT Bandung Media Grafika  •  Editor Video : Mega Nugraha (Koordinator), Dicky Fadiar Djuhud, Rudy Laudza, Ery Chandra, Deni Denaswara, Oki Priana, Studio: Daniel Andrean Damanik (Koordinator), Aditya Rahman   Palmerah Selatan No 3, Jakarta Pusat, 10270, Telepon:
               Diterbitkan berdasarkan  •  IT : Darussalam Nugraha, Aris Wahyu Nugroho
            Undang-undang No 40 Tahun 1999                                                                                                             MEDIA SOCIAL & WEB Official
        Pemimpin Umum  :  Dahlan    •  Business General Manager : Rahmi Khasya Sarini; Vice GM : Purnomo, Advertising Manager : Dicky Hadian; Circulation Manager : Purnomo, Pj Manajer Keuangan: Widia Herliana  •  Website  : https://jabar.tribunnews.com/
        Pemimpin Redaksi/           JAKARTA                                                                                                            •  Instagram : https://www.instagram.com/tribunjabar
        Penanggung Jawab   :     Adi Sasono   News Director: Febby Mahendra Putra; News Vice Director/GM Jakarta Content: Domuara D. Ambarita; GM Content Digital: Yuli Sulistyawan; News Manager: Rahmat Hidayat; Koordinator Kompartemen Polhukam: Dodi Esvandi;    •  Twitter  : https://twitter.com/tribunjabar
        News/Production Manager  :   Oktora Veriawan  Koordinator Kompartemen Megapolitan: Soewidia Henaldi, dan Yogi Gustaman; Koordinator Kompartemen Ekonomi dan Bisnis: Frederikus Mahatma Teguh Is; Koordinator Kompartemen Seleb & Lifestyle: Willy Widianto;    •  Facebook : https://www.facebook.com/baladtribun
        Video Production Manager  :    Arief Permadi   Koordinator Kompartemen Olahraga: Eko Priyono; Koordinator Kompartemen Audio-visual: Yunus .    •  Fan Page FB : https://www.facebook.com/tribunjabar
        Manajer tribunjabar.id   :    Kisdiantoro
        Manajer tribuncirebon.com/
        tr ibunpriangan.com                 :   Machmud Mubarok  WARTAWAN TRIBUN JABAR  SELALU DIBEKALI TANDA  PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA IMBALAN DARI SUMBER BERITA
   1   2   3   4   5   6   7