Page 3 - JABAR_20250815
P. 3
BIS NIS & FINAN CE
3 JUMAT, 15 AGUSTUS 2025
Pasar Ekspor Keramik Plered Terhenti
X X Terkena Dampak Kebijakan Tarif
Impor Donald Trump
X X Bidik Pasar Lokal dengan
Mengandalkan Pasar Online
BANDUNG, TRIBUN - Ke- menunda pengiriman barang. justru ramai diburu pembeli
bijakan tarif impor yang di- Akibatnya, kata Devira, tahun online. Meski begitu, ujar De-
terapkan Presiden Amerika ini ekspor keramik Risman vira, produksi keramik besar
Serikat Donald Trump ber- Wijaya benar-benar terhenti. tetap dipertahankan, teruta-
dampak signifikan bagi pela- Padahal, kata Devira, 90 ma untuk pasar luar negeri
ku usaha keramik di Indone- persen produksi Risman bila ekspor berjalan lagi.
sia, termasuk Risman Wijaya Wijaya Keramik ditujukan “Biasanya pemesanan eks-
Keramik dari Plered, Kabu- untuk pasar ekspor. “Kami por satu kontainer penuh,
paten Purwakarta. Produsen masih menunggu kebijakan aman dari risiko pecah. Kami
keramik yang berdiri sejak selanjutnya, mudah-mudah- bungkus pakai foam, masuk-
1993 ini mengaku ekspor ke an ada penurunan tarif atau kan ke kardus, lalu disusun
Amerika Serikat terhenti se- strategi baru dari pembeli. rapat. Tapi karena ekspor
jak tarif bea cukai dinaikkan Untuk sementara, kami fol- berhenti, produksi otomatis
menjadi 19 persen. low up terus,” kata Devira. turun sekitar 60 persen,” ujar
“Dulu kami rutin kirim Sambil menunggu peluang Devira sambil mengatakan
sampai enam kontainer ke ekspor terbuka lagi, ujar De- perubahan pasar berdampak
Amerika. Tapi sejak ada tarif vira, Risman Wijaya Keramik pada jumlah tenaga kerja.
Trump, pelanggan kami di mengalihkan fokus ke pasar “Sebelumnya mempeker-
sana belum order lagi tahun domestik. Risman Wijaya jakan sekitar 25 orang, kini
ini,” kata sales Risman Wija- Keramik memperkuat pema- hanya tersisa 15 orang kare-
ya Keramik Devira Qibtiyah saran lewat e-commerce dan na menurunnya pesanan ka-
saat ditemui di acara Road to media sosial, termasuk iklan ren kita bikinnya pre order,”
Inacraft di Cihampelas Walk, berbayar di media sosial. ujarnya.
Kota Bandung, Kamis (14/8). Strategi ini, ujar Devira, Terhentinya pasar ekspor,
Menurut Devira, pembeli dari berhasil menarik minat pem- menurut Devira, Risman Wija-
Amerika sempat menghubungi beli dalam negeri, terutama ya Keramik tetap aktif mengi-
dan menunjukkan minat, na- dari Bali. Produk yang dipa- kuti pameran sebagai upaya
mun meminta peningkatan sarkan kebanyakan berukur- menjaga eksistensi dan mem-
kualitas kemasan agar produk an kecil dan diperuntukkan perluas jaringan pembeli. De-
lebih aman dan menarik saat sebagai hiasan rumah, di an- vira menyebut Road to Inacraft
dijual di e-commerce. taranya vas untuk dry flower yang digelar di Cihampelas
Menurut Devira, dampak atau bunga plastik. Walk, Bandung, sebagai upa-
kebijakan tersebut tidak ha- Devira mengatakan tren ya promosi sekaligus peluang TRIBUN JABAR/PUTRI PUSPITA
nya dirasakan pada pasar permintaan konsumen telah bagi pelaku usaha kerajinan BERALIH KE PASAR LOKAL - Berbagai produk Risman Wijaya Keramik dipamerkan di Road to Inacraft di Cihampelas Walk,
Amerika. Pelanggan dari nega- bergeser. Jika dulu keramik lokal untuk memperkenalkan Kota Bandung, Kamis (14/8). Pasar ekspor produk keramik Plered, Purwakarta, terhenti akibat terdampat kebijakan tarif yang
ra lain, yang sebelumnya ber- berukuran besar mendomi- produk ke pasar yang lebih diterapkan Presiden Amerika Serikat Donal Trump. Kini produsen keramik Plered membidik pasar lokal dengan mengandalkan
potensi memesanan, pun ikut nasi, kini produk kecil-kecil luas.(putri puspita) penjualan secara online.
Jabar Tawarkan Proyek Strategis Penyaluran Kredit Melambat
z Jajaki Kerja Sama Investasi dengan Enam Negara z Industri Multifinance Kian Selektif Pilih Debitur
BANDUNG, TRIBUN - Dinas tor strategis meliputi pengem- ke jaringan investornya. JAKARTA, TRIBUN - Industri debitur dan mengurangi pembiaya- rata industri, yakni 1,63 persen
Penanaman Modal dan Pelayan- bangan kawasan berbasis Tran- "Selain itu, pertemuan terse- pembiayaan multifinance mencatat an di segmen berisiko tinggi. Hasil- pada paruh pertama 2025.
an Terpadu Satu Pintu (DPM- sit-Oriented Development (ToD), but juga turut membahas potensi perbaikan kualitas portofolio di te- nya, NPF CNAF pada Juli 2025 tu- BFI Finance menjaga rasio ter-
PTSP), melakukan penjajakan infrastruktur kesehatan, energi kerja sama MRO dan Cargo Villa- ngah perlambatan penyaluran kredit. run menjadi 1,43 persen dari 1,48 sebut dengan penyaluran pembi-
dengan enam kedutaan besar terbarukan dan pengelolaan ling- ge di Bandara Internasional Jawa Strategi selektif memilih debitur dan persen pada bulan sebelumnya. ayaan yang selektif, diversifikasi
untuk mengenalkan potensi kungan. Barat (BIJB), termasuk peluang diversifikasi produk menjadi kunci Direktur Keuangan PT Mandala produk untuk menghindari kon-
dan proyek strategis Jawa Ba- "Pihak Inggris menyatakan kolaborasi dengan maskapai perusahaan leasing dalam menekan Multifinance Roberto AK Un menga- sentrasi risiko, serta penguatan
rat, menjelang pelaksanaan dukungan, untuk menjajaki ko- Emirates dan Etihad untuk rute risiko pembiayaan bermasalah. takan penyaluran pembiayaan baru kontrol pada proses underwriting
West Java Investment Roadshow laborasi lebih lanjut dan men- penerbangan umrah," kata Dedi. Data Otoritas Jasa Keuangan melambat akibat lemahnya daya dan penagihan.
(WIJR) 2025. dorong partisipasi mitra bisnis Delegasi Pemprov Jabar juga (OJK) menunjukkan pertumbuhan beli. Meski demikian, kata Roberto, PT Toyota Astra Financial Ser-
Delegasi Pemprov yang diko- mereka dalam ajang promosi sempat bertemu Counsellor of piutang pembiayaan multifinance ha- Mandala tetap memperketat seleksi vices (TAF) juga menerapkan stra-
mandoi Kepala DPMPTSP Jabar investasi Jawa Barat. British Commercial Section Azrulnizam nya sebesar 1,96 persen pada semes- calon debitur dan menerapkan pro- tegi serupa. Presiden Direktur
Dedi Taufik mengajukan sejumlah Chamber siap mengundang Shah dan Regional Director En- ter I-2025. Namun, rasio pembiayaan ses penagihan yang efektif, disertai TAF, Agus Prayitno, mengatakan
penawaran saat bertemu dengan perusahaan anggotanya untuk terprise Singapore Toh Ghee Wei bermasalah atau non-performing fi- edukasi keuangan secara rutin. peningkatan selektivitas debitur
pihak kedutaan besar Korea Selat- berpartisipasi dalam WJIR dan dari Kedutaan Besar Singapura nancing (NPF) menurun menjadi 2,55 Dengan langkah ini, NPF perusa- membuat NPF perseroan tetap
an, Inggris, Uni Emirat Arab (UEA), WJIS 2025," kata Dedi. membahas empat fokus investa- persen per Juni 2025, dari 2,8 persen haan pada Juli tercatat 2,88 persen. rendah, hanya 0,32 persen pada
Cina, Singapura, dan Filipina. Penasihat Kantor Ekonomi si seperti infrastruktur, ekonomi pada Desember 2024. “Penarikan kendaraan menjadi pilih- akhir kuartal II-2025.
Dedi mengenalkan potensi dan Perdagangan Kedutaan Be- hijau, ekonomi digital dan kese- Presiden Direktur PT CIMB Niaga an terakhir setelah semua tahapan TAF juga menjaga komunikasi
dan proyek strategis Jawa Ba- sar Cina Wu Zhiwei, ujar Dedi, hatan ditawarkan. Auto Finance (CNAF) Ristiawan Su- internal dilakukan,” ujar Roberto. dengan nasabah, sehingga saat
rat, serta memperkuat kerja menegaskan komitmen bersama Dengan Charge d'Affaires Ke- herman mengatakan perusahaan Corporate Communication Head terjadi kendala pembayaran, per-
sama internasional menjelang dalam memperkuat kemitraan dutaan Besar Filipina Gonar- semakin fokus menjaga kesehatan PT BFI Finance Indonesia Dian usahaan dapat menawarkan so-
West Java Investment Roadshow investasi. "Cina menyatakan anao B Musor, menurut Dedi, kualitas pembiayaan. Salah satu- Ariffahmi menyebut rasio NPF per- lusi yang meringankan cicilan.
(WJIR) 2025 dan West Java In- minat menggelar forum investa- potensi kerja sama yang dibahas nya dengan lebih selektif memilih seroannya berada di bawah rata- (kontan.co.id)
vestment Summit (WJIS). si bersama pada Oktober 2025, dalam pertemuan itu meliputi
Saat bertemu Han Jongho melibatkan China Chamber of proyek MRO dan Cargo Village di
(First Secretary/Commercial At- Commerce dan pelaku usaha BIJB, serta rencana pembukaan Pemerintah Masih Kaji
tache) Korea Selatan, kata Dedi, Tiongkok, disertai kunjungan rute penerbangan baru Kertaja-
pihaknya membahas peluang lapangan ke megaproyek, des- ti–Filipina melalui Cebu Pacific.
investasi di bidang industri oto- tinasi wisata dan kawasan per- "Rangkaian pertemuan de- Diskon Tarif Listrik
motif, kimia, baja, industri berat tanian potensial di Jawa Barat," ngan enam kedutaan besar ini
dan produk makanan, sekaligus ujar Dedi. menjadi momentum penting bagi
membahas tantangan regulasi Delegasi Pemprov bersama Jawa Barat, dalam membangun JAKARTA, TRIBUN - Sekretaris tanya di Januari-Februari kemarin kan bantuan subsidi upah (BSU)
dan prosedural yang dihadapi Deputi Kepala Perwakilan Bank jejaring investasi internasional. Kementerian Koordinator Bidang sangat efektif, dua bulan pertama untuk para pekerja.
investor. Indonesia (BI) Provinsi Jawa Ba- Fokus kerja sama yang terjalin Perekonomian Susiwijono Moegi- di 2025," kata Susiwijono. Menteri Keuangan Sri Mulyani
"Delegasi menyampaikan ko- rat Muslimin Anwar juga ber- meliputi infrastruktur, industri arso merespons kabar soal diskon Susiwijono mengatakan diskon mengatakan proses penganggaran
mitmen, untuk menciptakan temu dengan Duta Besar UEA strategis, logistik, penerbangan, tarif listrik untuk bisa diberlaku- tarif listrik merupakan bagian dari untuk rencana pemberian diskon
iklim investasi yang kondusif, untuk Indonesia Abdulla Salem ekonomi hijau, ekonomi digital, kan kembali. Menurut Susi, saat stimulus ekonomi untuk menjaga tarif listrik memakan waktu lebih
sehingga dapat mendorong mi- Al Dhaheri, membahas perkem- pariwisata, hingga pengolahan ini pemerintah masih dalam pro- keseimbangan daya beli dan per- lama, sehingga programnya be-
nat dan partisipasi lebih besar bangan investasi UEA serta pe- air bersih," katanya. ses mengkaji rencana tersebut. mintaan masyarakat. "Jadi me- lum bisa dilakukan pada Juni-Juli
dari pelaku usaha Korea Selatan luang kerja sama di berbagai Dedi berharap West Java In- "Ya, itu masih dalam proses ya te- mang itu yang menjadi kunci ba- 2025. "Kami sudah rapat di antara
dalam pengembangan ekonomi sektor strategis. vestment Roadshow 2025 diha- man-teman di PLN kan juga. Dulu gaimana kita mendorong konsum- para menteri dan untuk pelaksa-
Jawa Barat," ujar Dedi, Kamis Dubes UEA merekomendasi- rapkan menjadi platform pro- skema itu kan sudah pernah ada, si, menjaga daya beli," katanya. naan diskon listrik ternyata untuk
(14/8). kan Jawa Barat memprioritas- mosi investasi berskala interna- di bulan Januari-Februari. Dan itu Sebelumnya, diskon tarif listrik kebutuhan atau proses pengang-
Saat beraudiensi dengan Ke- kan lima proyek unggulan un- sional yang dapat memperkokoh sangat efektif," ujar Susiwijono saat diberikan sebesar 50 persen bagi garannya jauh lebih lambat. Se-
dutaan Besar Inggris, delegasi tuk ditawarkan kepada investor posisi Jawa Barat sebagai desti- memberikan sambutan pada peres- pelanggan PLN dengan daya terpa- hingga jika tujuannya adalah Juni
Pemprov Jabar membahas pelu- UEA dan berkomitmen menye- nasi investasi unggulan di Indo- mian Indonesia Shopping Festival sang 2.200 VA atau lebih rendah. dan Juli, kami memutuskan tidak
ang kerja sama di berbagai sek- barluaskan informasi tersebut nesia.(nazmi abdurrahman) (ISF) 2025 di Lippo Mall Nusantara, Insentif yang diberikan selama bisa dijalankan. Sehingga yang itu
Jakarta, Kamis (14/8). Januari dan Februari 2025 mene- digantikan menjadi bantuan subsidi
Menurut Susiwijono, ada ba- lan anggaran sebesar Rp 10 triliun. upah," ujar Sri Mulyani pada awal
nyak aspek yang perlu dikaji soal Diskon tarif listrik sempat dikabar- Juni lalu.(kompas.com)
diskon listrik. Pasalnya diskon lis- kan akan di-
trik mendapat subsidi dari kom- lanjutkan pada
pensasi energi sehingga kajian Juni-Juli 2025
teknisnya perlu lebih mendalam. tetapi batal di-
"Karena itu, nanti kan bagi peme- realisasikan.
rintah ya kantong kiri-kanan kan, Sebagai ganti-
karena ada subsidi kompensasi di nya, pemerin-
sana. Jadi tetap harus dikaji. Fak- tah memberi-
TRIBUN JABAR/NAZMI ABDURRAHMAN.
INVESTASI DI JABAR - Kepala DPMPTSP Jawa Barat Dedi Taufik (kiri) saat bertemu dengan Penasihat Kantor
Ekonomi dan Perdagangan Kedutaan Besar Cina Wu Zhiwei, Kamis (14/8). Pertemuan ini membahas komitmen ber-
sama dalam memperkuat kemitraan investasi.

