Page 6 - JABAR_20250825
P. 6
Leisure
Halaman
Halaman 6 SENIN, 25 AGUSTUS 2025
FOTO-FOTO: TRIBUN JABAR/DEANZA FALEVI
P SAR SA SA GARAN, Surga
A
PASAR SASAGARAN, Surga
Kuliner Tradisional di Purwakarta
Kuliner T radisional di P ur wak arta
I tengah derasnya
arus modernisasi dan
menjamurnya ma-
D kanan cepat saji, ada
sebuah ruang nostalgia yang
seolah mengajak pengunjung
melangkah mundur ke masa
lalu. Namanya Pasar Sasagaran,
sebuah pasar kuliner tradisional
yang berlokasi di Desa Dang-
deur, Kecamatan Bungursari,
Kabupaten Purwakarta.
Pasar ini baru saja diresmikan
pada Minggu (24/8) dan akan
hadir khusus setiap akhir pe-
kan, tepatnya hari Minggu. Mes-
ki hanya buka sekali sepekan, itu membuat suasana terasa merasa betah berlama-lama.
keunikan konsepnya berhasil hangat, bersahaja, sekaligus Tak seperti pasar pada
menyedot perhatian ratusan membawa ingatan kembali ke umumnya, Pasar Sasagaran
orang yang haus akan suasana era ketika gotong-royong masih benar-benar menolak kehadir-
pedesaan dan rindu cita rasa menjadi denyut utama kehi- an makanan instan. Di setiap
jajanan lawas. dupan kampung. Di kelilingi sudut, lapak-lapak sederhana
Begitu memasuki area pasar, rindangnya pepohonan, pasar menawarkan deretan kuliner
pengunjung disambut tabuhan ini menghadirkan nuansa yang tradisional yang kian langka sekitar. Dari dapur keluarga
lesung yang ditumbuk ber- jauh dari kebisingan kota, mem- ditemui di perkotaan. langsung ke lapak dagangan,
talu-talu. Irama khas pedesaan buat siapa pun yang datang Dari olahan singkong seperti tanpa singgah ke industri.
urab singkong, getuk, ketimus, Yuli, salah satu pedagang,
gemblong, gegetas, comro, hing- mengaku senang bisa ikut
ga misro, sampai jajanan klasik terlibat. “Bukan cuma jualan,
seperti kue apem, dodongkal, tapi sekalian ngenalin makan-
dodol wijen, kue ali, ketan urab, an jadul ke anak-anak muda.
klepon, putu mayang, manisan Banyak yang baru pertama kali
buah, dan surabi. cobain, katanya unik dan enak,”
Asap tipis mengepul dari ku- tuturnya.
kusan bambu, menguar aroma Inisiatif ini lahir dari pe-
harum yang memancing selera. merintah desa. Kepala Desa
“Sekarang mah jarang ada yang Dangdeur, Tatang Taryana, titas kuliner Purwakarta. “Kita harapkan mampu mendongkrak
jual ginian, dulu waktu kecil menjelaskan bahwa Pasar Sasa- mulai dari Desa Dangdeur. Ada perekonomian lokal sekaligus
sering banget makan ini,” ujar garan didirikan dengan tujuan 30 pedagang yang semuanya menjaga warisan budaya agar
Upi, seorang pengunjung, sem- membangkitkan kembali kecin- menawarkan makanan khas, tidak punah ditelan zaman.
bari menikmati sepotong kue taan pada kuliner lokal. “Kami tidak ada yang instan. Harap- Bagi wisatawan yang mencari
putu yang baru matang, masih tidak izinkan junk food dijual di annya, suatu saat orang datang pengalaman berbeda di akhir
mengepulkan uap hangat. sini. Semuanya harus buatan ke Purwakarta bukan hanya pekan, Pasar Sasagaran adalah
Tak hanya jajanan, bagi rumahan, berbahan lokal, dan karena wisatanya, tapi juga destinasi yang wajib disinggahi.
yang ingin kenyang, tersedia tentu saja tradisional,” ujarnya. karena kuliner tradisionalnya,” Suasana pedesaan, aroma
pula aneka masakan berat Dukungan penuh datang dari kata Om Zein. kuliner tradisional, serta keha-
khas Sunda. Pepesan menjadi Bupati Purwakarta, Saepul Bah- Lebih jauh, ia menekankan ngatan interaksi masyarakat
andalan, mulai dari pepes ikan, ri Binzen, yang akrab disapa Om bahwa pasar ini bukan sekadar menjadikannya bukan hanya
ayam, jamur, hingga peda, Zein. Ia menyebut Pasar Sasa- tempat jajan, melainkan juga pasar, melainkan perjalanan
semuanya dimasak dengan garan sebagai awal dari gerakan panggung kecil bagi para pelaku waktu yang penuh makna. (De-
bumbu rumahan oleh warga besar mengangkat kembali iden- UMKM desa. Kehadirannya di- anza Falevi)
KONTEN MATERI IKLAN SEPENUHNYA MENJADI TANGGUNG JAWAB PEMASANG IKLAN

