Page 4 - JABAR_20250515
P. 4
4 KAMIS, 15 MEI 2025
JADWAL SALAT UNTUK DAERAH TANGGAL 15/5 SUBUH 04:33 TERBIT 05:44 ZUHUR 11:49 ASAR 15:10 MAGRIB 17:47 ISYA 18:55
BANDUNG DAN SEKITARNYA
SUBUH DAN TERBIT UNTUK JUMAT (16/5)
Korban Berusia 15 hingga 18 Tahun
TONG SETAN - Seorang
joki memacu sepeda motor-
Pengurus Ponpes Cabuli dan Setubuhi Delapan nya sambil mengambil uang
Santriwatinya saweran dari penonton
dalam pertunjukkan tong
setan atau roda gila di arena
BANDUNG, TRIBUN - Se- seseorang laki-laki yang ber- pihaknya masih terus mela-
orang pengurus pondok pe- umur 30 tahun dengan ini- kukan penyelidikan. "Kede- pasar malam, di lahan eks
santren di Kecamatan So- sial RR sebagai pelaku atau lapan korban usianya ber- gedung Palaguna, Alun-Alun
reang, Kabupaten Bandung tersangka dari kasus penca- variasi, yang mana ada yang Kota Bandung, Jawa Barat,
tega menyetubuhi santriwa- bulan dan atau persetubuh- masih di bawah 18 tahun se- Selasa (13/5/2025) malam.
tinya. Pengurus berinisal RR an," ujarnya saat ditemui di mua. Para korban ini antara Pasar malam atau karnaval
(30) itu sudah melancarkan Mapolresta Bandung, Rabu 15 tahun sampai 18 tahun," di pusat Kota Bandung ini
aksi bejatnya kepada dela- (14/5). katanya. menghadirkan puluhan
pan orang santriwatinya. Berdasarkan hasil peme- Atas perbuatannya, Luthfi wahana permainan yang
Kasat Reskrim Polresta riksaan RR, Luthfi menga- menjelaskan pelaku RR di je- bisa dinikmati oleh anak-
Bandung, Kompol Luthfi takan pelaku telah menja- rat dengan Pasal 81 dan Pasal anak atau orang dewasa.
Olot Gigantara mengatakan, lankan aksinya sejak tahun 82 Undang-Undang Perlin- Diantaranya bianglala, kome-
dari delapan santriwati terse- 2023 hingga 2025. Di mana dungan Anak. Di mana pelaku di putar, ontang-anting,
but tiga di antaranya dipaksa untuk motifnya sendiri pihak diancam dengan hukuman 15 kora-kora, kursi berputar,
berhubungan badan dengan kepolisian masih melakukan tahun penjara. "Saat ini ter- bombongkar, istana balon,
RR. Sementara, lima santri- pendalaman. sangka sudah kami lakukan
wati lainnya yang menjadi Meski saat ini sudah ada penangkapan. Dan hari ini, tong setan, rumah hantu,
korban pencabulan dengan delapan korban, tidak me- kami lakukan penahanan di dan yang lainnya. Harga tiket
cara diremas bagian sensitif- nutup kemungkinan akan rumah tahanan Polresta Ban- untuk mecoba setiap waha-
nya hingga berciuman. ada jumlah korban yang ber- dung," ujarnya. (adi ramad- na tersebut cukup terjangkau
"Kami telah menetapkan tambah. Mengingat, saat ini han pratama) hanya Rp 10.000.
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Naik Turun Bukit
Menyeberang Pakai Rakit
Kisah Nera Pergi-Pulang Sekolah Melalui Jalan Penuh Tantangan
BANDUNG BARAT, TRI- bisa cepat kalau tidak ada,
BUN - Seorang siswi SMAN seperti barusan dia terlam-
1 Saguling Kabupaten Ban- bat. Terlambat bukan tidak
dung Barat (KBB), Nera Nur semangat tapi betul betul
Puspita (16) harus berjalan semangat, cuma karena ter-
kaki untuk bisa sampai ke halang transportasi," kata
sekolah. Dan perjalanan yang Husni.
harus ditempuhnya terbilang Pihak sekolah telah ber-
cukup ekstrem dan berba- kunjung langsung ke rumah
haya. Nera harus menyusuri Nera melalui rute yang saban
jalan setapak di perbukitan hari dilalui Nera. Untuk sam-
hingga harus menyeberangi pai ke kediaman Nera, pihak
Waduk Saguling mengguna- sekolah membutuhkan wak-
kan rakit. tu hingga 45 menit.
Nera atau akrab disapa "Pihak sekolah pernah ke
Neng Ara itu tinggal di Kam- rumahnya, memang luar bi-
pung Cipeundeuy RT 03/05, asa sangat jauh, luar biasa
Desa Jati, Kecamatan Sagu- capek. Itu 45 menit, perja-
ling, Kabupaten Bandung lanan itu kalau rakitnya ada,
Barat (KBB). Perjalanan ek- kalau tidak ada bisa lebih.
strem nan berbahaya itu Kalau jalan yang tidak mele-
sudah Nera lakukan sejak wati rakit, bisa satu jam lebih
duduk di bangku SMP. "Dari perjalanan," kata Husni.
awal masuk SMP, SMP kan Dengan kondisi tersebut,
disitu juga, jadi sudah 4 ta- pihak sekolah bersikap mak-
hun sampe sekarang. Tiap lum. Bahkan pihak sekolah
hari naik rakit," kata Ida membuat opsi pembelajaran
Trisnawati (34) ibunda Nera khusus saat Nera tidak bisa
saat ditemui, Rabu (14/5). berangkat sekolah. "Kami pi-
Bukan tanpa alasan, Nera hak sekolah memaklumi. Tu-
terpaksa menempuh jalur gas bisa menyusul dianggap
RAHMAT KURNIAWAN
perbukitan hingga menaiki tetap hadir, ada yang ngasih
rakit itu demi memotong ja- DUDUK DI ATAS RAKIT - Nera Nur Puspita (16), siswi SMAN 1 Saguling Kabupaten Bandung Barat (KBB), duduk di atas rakit menyeberangi Waduk Saguling menuju tugas, secara daring," ujar-
rak dari rumah ke sekolah. sekolahnya, Rabu (14/5). nya.
Itu pun jaraknya mencapai Husni berharap, Nera da-
satu kilometer. pukul 05.00. "Ada akses (ja- semakin mengkhawatirkan anaknya. "Pernah mau pu- jauh, dia tetap pergi ke seko- nya. Kita selalu ngajak Nera, pat menjadi sosok inspiratif
Adapun setelah menyebe- lan) lain, kalau naik motor jika turun hujan deras. tus sekolah, ngomongnya ya lah. Kadang suka terlambat pas ada kerja kelompok juga bagi semua kalangan dalam
rangi Waduk Saguling, Nera setengah jam, kalau dari sini "Kalau pulang (sekolah) karena dia capek. Tapi saya dan ketinggalan pelajaran, kita ajak. Kami tetap sema- menuntut ilmu. Dengan ber-
kembali harus berjalan kaki (motong) sekitar 20 menit kadang nge WA juga, ini tidak semangati terus untuk masa tapi tetap masuk," kata Maria ngatin," ujarnya. bagai keterbatasan, Nera te-
sejauh satu kilometer hingga juga nyampe. Tapi kan saya ada yang nyebrangin udah depan," ujarnya. Rosalina (X), teman sebang- Husni Mubarok, Kepala tap memiliki semangat juang
sampai di sekolah. Jadi total tidak ada kendaraan," ujar- satu jam teteh (Nera) udah Semetara itu dimata te- ku Nera di kelas X SMAN 1 Sekolah SMAN 1 Saguling yang tinggi untuk menuntut
jalan kaki dua kilometer. Ka- nya. nungguin. Saya langsung ke man-temannya, Nera me- Saguling. mengutarakan hal serupa. ilmu. "Anaknya memang luar
lau pergi pulang total empat Ida mengaku tak dapat sana (tempat naik rakit) nyu- mang memiliki semangat Maria tak menampik Nera Nera dinilai memiliki sema- biasa semangat belajarnya,
kilometer. Adapun jalan uta- berbuat banyak meski kerap sulin," kata Ida. juang tinggi untuk berseko- kerap kali minder untuk ber- ngat juang yang kuat untuk Mudah-mudahan ini bisa
ma menuju sekolah dinilai diselimuti rasa was-was khu- Ida terus berharap agar lah. Meski harus menempuh baur dengan teman-teman di bersekolah meski di tengah jadi inspirasi buat kita se-
terlalu jauh untuk ditempuh susnya saat Nera terlambat semangat sekolah anak su- perjalanan yang ekstrem dan sekolah. Meski begitu, Maria keterbatasan. "Biasanya mua, dengan keterbatasan
dengan berjalan kaki. pulang ke rumah. Biasanya lungnya itu tak padam mes- berbahaya, Nera tetap be- mengaku terus menyema- Nera sampai sekolah itu jam transportasi atau apapun,
Agar tak terlambat tiba Nera kembali ke rumah de- ki di tengah keterbatasan. rangkat ke sekolah walaupun ngati Nera agar berani ber- 7 kurang 15, karena mau kita harus lebih semangat
di sekolah, Nera pun harus ngan rute yang sama pada Apalagi Ida berjuang sen- kerap terlambat. baur. "Kalau dia itu minder, sekolah itu kan pakai rakit, untuk belajar," ujarnya. (rah-
berangkat dari rumah sejak pukul 15.00. Kondisi ini akan diri untuk menghidupi tiga "Betul, walau perjalanan katanya minder sama tubuh- kalau ada yang nyebrangin mat kurniawan)
Cita-citanya Jadi Perawat Khusus Buat Nera Gratis
NAMANYA Nera Nur Puspi- lometer untuk tiba di sekolah. memang sempat mematahkan PADALANG Anung Asma-
ta (16), siswi kelas X di SMAN Memiliki tubuh yang terbi- semangat Nera untuk mene- ra Wijaya (78) turut menja- NAIK RAKIT -
1 Saguling, Kecamatan Sagu- lang mungil tak menyurutkan ruskan pendidikan. Dorongan di saksi sejarah perjalanan Nera Nur Puspita
ling, Kabupaten Bandung Ba- semangat Nera untuk berseko- dan motivasi dari sang ibulah Nera Nur Puspita (16). Sis- (16), siswi SMAN
rat (KBB). Saban hari Nera be- lah. Nera terlihat bersemangat yang akhirnya kembali memu- wi SMAN 1 Saguling Kabupa- 1 Saguling
rangkat ke sekolah dengan dan begitu lincah menyusuri lihkan semangat Nera untuk ten Bandung Barat (KBB) itu
berjalan kaki. Naik turun bukit jalan di perbukitan maupun melanjutkan sekolah. "Pernah, saban hari naik turun bukit Kabupaten Bandung
hingga harus menyebrangi per- saat menaiki rakit. sempat dulu pernah pengen hingga naik rakit untuk sam- Barat (KBB), saat
airan Waduk Saguling menggu- "Dari rumah itu jam 5 (pagi) berhenti, kata mamah kenapa pai ke sekolah. naik rakit yang
nakan rakit. paling lambat jam setengah berhenti, jangan berhenti se- Dengan usai yang tak lagi dikemudikan oleh
Dari rumah Nera biasanya enam (pagi), kalau lebih dari kolah kata mamah," ujar Nera. muda, Padalang Anung yang Padalang Anung
berangkat pukul 05.00. Nera itu pasti terlambat," kata Nera Nera tak memiliki mimpi kerap disapa Abah oleh war- Asmara Wijaya (78)
berjalan sekitar satu kilome- saat ditemui di SMAN 1 Sagu- yang muluk-muluk. Setelah ta- ga setempat itu terlihat masih
ter dengan kontur perbukitan ling, Rabu (14/5). mat SMA, Nera ingin melan- cukup bertenaga untuk me- alias Abah untuk
untuk sampai ke bibir perair- Dengan akses dan dura- jutkan pendidikan ke jenjang narik dan mendayung rakit di menyeberangi
an Waduk Saguling. Nera ke- si yang harus ditempuh, Nera yang lebih tinggi demi meraih perairan Waduk Saguling. Waduk Saguling,
mudian menyebrangi Waduk mengaku kerap kali terlambat cita-cita menjadi seorang pera- Abah mengaku telah se- Rabu (14/5).
Saguling sepanjang 150 meter tiba di sekolah. Di saat apes, wat. Hatinya pun bersih, seja- jak puluhan tahun lalu me-
menggunakan rakit. Nera bahkan terpaksa mengu- lan dengan itu Nera juga ingin nyediakan jasa naik rakit bagi RAHMAT KURNIAWAN
Tiba di seberang, Nera harus rungkan niatnya ke sekolah ka- menimba ilmu di sebuah pe- warga Desa Jati Kecamat- Rabu (14/5). langan umum. "Sekarang ha- rik ongkos. "Seridhanya, tidak
kembali berjalan kaki menyu- rena bajunya kotor setelah ja- santren. Di sekolah, Nera ak- an Saguling, KBB, di perair- Dengan usia tak lagi muda, nya sekali-kali," ujarnya. dibanderol. Aya anu henteu
suri bukit dengan jalan tanah tuh saat menyusuri jalan tanah tif di ekstrakurikuler Ikatan Re- an Waduk Saguling. "Ti tahun Abah tak lagi mampu mena- Abah pun tak mematok ta- gaduheun mah henteu jan-
setapak sebelum sampai ke ja- setapak di perbukitan."Jalan- maja Masjid. "Cita-cita pengen 89, kawitna di hilir, ngalih ka- rik penumpang dengan rakit rif bagi warga yang ingin me- ten masalah (Kalau ada yang
lan utama. Di jalan utama, Nera nya kan jauh, kalau hujan licin, jadi perawat, nanti keluar se- dieu (Udah dari tahun 1989, tiap hari. Dalam satu pekan, nyebrang menggunakan ra- tidak punya uang tidak jadi
melanjutkan perjalanan dengan suka jatuh," ucapnya lirih. kolah mau pesantren (dulu)," sebelumnya di hilir, pindah ke Abah hanya menarik rakit kit. Khusus buat Nera, Abah masalah). Gratis (buat Nera),"
berjalan kaki sepanjang satu ki- Lika-liku perjalanan tersebut ujarnya. (rahmat kurniawan) sini)," kata Abah saat ditemui, dua atau tiga hari untuk ka- mengaku tak pernah mena- ujarnya. (rahmat kurniawan)

