Page 4 - JABAR_30250520
P. 4
4 SELASA, 20 MEI 2025
A
J JADWAL SALAT UNTUK DAERAHT UNTUK DAERAH TANGGAL 20/5 SUBUH 04:33 TERBIT 05:45 ZUHUR 11:50 ASAR 15:10 MAGRIB 17:47 ISYA 18:55
D
AL SALA
W
BANDUNG DAN SEKIT
BANDUNG DAN SEKITARNYA
A
ARNY
Jeje Langsung Telepon Kepala Dinas
Minta Segera Angkut Tumpukan Sampah di Tanjakan Endog
BANDUNG BARAT, TRI- Pantauan di lokasi, ada sampah ke lokasi tersebut. angkut sampah tiba di lokasi
BUN - Bupati Kabupaten dua titik tumpukan sampah Apalagi, kondisi tumpukan pada pukul 11.01. Jeje pun
Bandung Barat (KBB) Jeje liar di lokasi itu. Tumpukan sampah di lokasi yang dike- langsung menginstruksikan
Ritchie Ismail melakukan sampah pun terlihat menggu- nal dengan Tanjakan Endog petugas untuk segera mela-
inspeksi mendadak (Sidak) nung hingga ke bibir sungai. itu dinilai mengkhawatirkan. kukan pengangkutan sam-
di lokasi tumpukan sam- "Ini saya lagi di Sariwangi, "Kalau bisa ada mobil ke pah di lokasi tersebut.
pah liar di Desa Sariwangi, banyak banget sampah, dari sini sekarang, ini sudah "Saya sudah minta dinas
Kecamatan Parongpong. Di desa tidak pernah koordinasi parah banget ini. Ini di be- untuk mengangkut, sehing-
sela-sela sidak, Jeje lang- atau bagaimana," tanya Jeje lakang ini kali (sungai), ga dua sampai tiga hari ini
TRIBUN JABAR/RAHMAT KURNIAWAN
sung menelepon Kepala saat menelepon Ibrahim Ajie kalau dibiarkan sampai ke bisa bersih. Saya tidak mau
TELEPON KADIS - Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jeje Ritchie Ismail melakukan inspeksi Dinas (Kadis) Lingkungan di lokasi, Senin (19/5). kali juga sampahnya. Saya Bandung Barat ada tempat
mendadak (Sidak) di lokasi tumpukan sampah liar di Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong. Di sela- Hidup Ibrahim Ajie untuk Jeje pun langsung memin- tungguin sampe mobil da- seperti ini, ini image kita
sela sidak, Jeje langsung menelepon Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Ibrahim Ajie untuk segera segera mengangkut sampah ta Ibrahim Ajie untuk mengi- tang," ujar Jeje. juga," katanya. (rahmat kur-
mengangkut sampah di lokasi tersebut. di lokasi tersebut. rimkan mobil pengangkut Sebanyak dua truk peng- niawan)
Tarmuji Pun Panik dan Bingung
Saat Gemuruh Longsor Itu Menggulung Rumahnya
Tiga Orang
BANDUNG, TRIBUN - Hujan yang mengerikan malam itu. ara robohnya bangunan pun terdengar alat sama empat motor. Kebetulan beda
awalnya hanya disambut sebagai anu- Sambil melihat dan mengais barang saat kejadian. Di mana, suara itu ter- bangunan, saya tidur di sebelah beng-
gerah, berubah menjadi bencana di miliknya, Tarmuji hanya bisa terdiam dengar dari kantor desa yang berada di kel. Jadi cuma bangunan bengkel saja Luka
Kampung Gunung Batu, Desa Nagreg mengetahui rumah yang ditempati ber- tidak jauh dari tempatnya. yang kena," ujarnya.
Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupa- sama keluarga kecilnya, harus tertim- "Iya, sebelum itu ada gemuruh dulu. Bagi Tarmuji, yang baru menetap
ten Bandung. bun tanah saat peristiwa longsor itu Terus berisik dari arah kantor desa tiga tahun di Kampung Gunung Batu,
Derasnya air yang turun sejak sore terjadi. "Kejadiannya sekitar pukul jam (Nagreg Kendan). Saat itu, semua lang- Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nag- Puluhan
hari itu, ternyata menjadi awal dari 10 malam," ujarnya, di lokasi kejadian, sung keluar saja menyelamatkan diri. reg, peristiwa ini merupakan pengalam-
malam penuh kepanikan, ketika tanah Senin (19/5). Mati lampu juga kemarin, gelap panik an pertamanya menghadapi bencana
longsor sepanjang 40 meter meluluh- Tarmuji menceritakan, saat itu ia bingung," katanya. sebesar tersebut. Mengungsi
lantakkan sebagian pemukiman war- sedang berada di rumah. Hujan deras Di tengah musibah itu, Tarmuji ha- Kini ia dan keluarga kecilnya hanya
ga, Minggu (18/5). yang turun sejak sore telah membuat nya bisa bersyukur. Lantaran rumah bisa berharap bantuan segera datang.
Di tengah gelap malam, karena lis- tanah gembur dan tidak lama dari itu, yang saat itu ditempati ia dan keluar- Terutama baginya dan warga lain yang SEBUAH rumah dan Kantor Desa
trik tiba-tiba padam. Gemuruh tanah suara gemuruh menandai datangnya ganya tidak tertimbun semua. Namun kehilangan tempat tinggal maupun Nagreg Kendan, Kecamatan Nag-
reg, Kabupaten Bandung tertimbun
yang menggelinding turun dari tebing malapetaka. tempat usahanya yang berdekatan de- mata pencaharian. "Harapannya bisa tanah longsor pada Minggu (18/5)
membuat salah seorang warga, Tarmuji Tak hanya gemuruh, dentingan lo- ngannya habis luluh lantak. segera ada bantuan aja bagi warga," malam. Kapolsek Nagreg, Kompol
masih mengingat dengan jelas momen gam yang bergesekan diringi oleh su- "Cuma bengkel saja yang kena. Alat- ujarnya. (adi ramadhan pratama) Sumartono mengatakan, peristiwa
tanah longsor itu terjadi karena hu-
jan dengan intensitas tinggi kerap
melanda kawasan Nagreg.
"Diduga akibat intensitas curah
hujan yang tinggi di wilayah Keca-
matan Nagreg yang telah terjadi se-
jak beberapa hari yang lalu," ujar-
nya saat dikonfirmasi, Senin (19/5).
Akibat curah hujan tersebut, kata
Sumartono, material tanah longsor
itu menimbun satu rumah warga
dan Kantor Desa Nagreg Kendan.
Beruntung, kejadian tersebut tidak
menimbulkan korban. Namun se-
banyak tiga orang mengalami luka-
luka dan harus dibawa ke RSUD Ci-
calengka.
"Kejadiannya itu tadi malam se-
kitar pukul 21.30. Enggak ada kor-
ban jiwa, hanya luka ringan, ada
beberapa luka sobek. Jadi hanya
kakinya yang tertimbun," katanya.
Meski peristiwa tanah longsor
tersebut hanya menimpa satu ru-
mah warga dan Kantor Desa Nag-
reg Kendan, pihaknya sudah meng-
ungsikan warga di sekitar kejadian.
Hal itu dilakukan untuk mengan-
tisipasi terjadinya tanah longsor su-
sulan. Terlebih saat ini kondisi cu-
aca di kawasan Nagreg kembali
berpotensi turun hujan. "Jadi seba-
nyak 28 orang warga mengungsi di
TERTIMBUN LONGSOR - Sebuah rumah dan Kantor Desa Nagreg musala RW 03. Kemudian 15 orang
Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung tertimbun tanah longsor mengungsi di Mapolsek Nagreg,"
pada Minggu (18/5) malam. ujarnya. (adi ramadhan pratama)
TRIBUN JABAR/ADI RAMADHAN PRATAMA
Tidak Ada Perubahan Fungsi dan Struktur Bangunan
Soal Nasib Gedung SLB Padjadjaran Bandung
BANDUNG, TRIBUN - Pembongkaran ba- dungan bangunan cagar budaya. Ia mengatakan, berdasarkan Pasal 262 belajar semula setelah proses pembersih- atkan bangunan terpisah di dalam area
ngunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Kon- Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun an selesai dilakukan. Tidak ada perubah- Wyata Guna.
Padjadjaran di Kompleks Sentra Wyata struksi dan Tata Ruang Kota Bandung, 2021, pemeliharaan dan perawatan ba- an fungsi atau tata ruang yang berarti, "Penataan yang dilakukan tetap menge-
Guna, Kota Bandung yang akan dijadikan Bambang Suhari mengatakan, sebetul- ngunan menjadi kewajiban pemilik ge- termasuk asrama yang akan tetap digu- depankan prinsip inklusivitas dan keber-
Sekolah Rakyat sempat menjadi perbin- nya di SLB tersebut tidak ada pembong- dung jika Persetujuan Bangunan Gedung nakan seperti sebelumnya. lanjutan, tanpa mengorbankan hak-hak
cangan hangat. karan bangunan atau perubahan struk- (PBG) masih berlaku. "Selama tidak ada Keputusan ini dinilai sebagai solusi anak berkebutuhan khusus," ujarnya.
Pasalnya, meski pengelolaanya kewe- tur bangunan. "Rehabilitasi terakhir perubahan fungsi atau struktur, maka terbaik untuk berbagai pihak dan mu- Saat ini, gedung tersebut tengah menja-
nangan Kementerian Sosial dan Pemprov memang dilakukan tahun 1996, dan tidak diperlukan pengajuan PBG baru," rid SLB dapat kembali belajar di ling- lani rehabilitasi, khususnya pada bagian
Jabar, bangunan tersebut disebut dilin- kini hanya dilakukan pembersihan ser- katanya. kungan yang telah mereka kenal dan atap, dan akan disiapkan menjadi empat
dungi Peraturan Daerah (Perda) Kota Ban- ta pemeliharaan," ujar Bambang Suhari, Dengan perkembangan ini, anak-anak adaptasi. Sedangkan Sekolah Rakyat ruang kelas untuk kegiatan belajar meng-
dung Nomor 7 Tahun 2018 tentang perlin- Senin (19/5). SLB akan segera dikembalikan ke ruang tetap dapat berjalan dengan memanfa- ajar. (hilman kamaludin)
Sedimentasi Sampai 30 Sentimeter KERUK
DRAINASE -
Petugas gabung-
Drainase di Jalan Jenderal Amir Machmud Cimahi Dikeruk an mengeruk
pasir dan sampah
pada drainase
CIMAHI, TRIBUN - Petugas gabungan kitar 100 cm, kita lihat dan cek sedimen- mengurangi tenangan yang terjadi di Ja- di Jalan Jenderal
mengeruk pasir dan sampah pada dra- tasi mencapai 30 cm, jadi kerap banjir," lan Amir Machmud. Mengurangi potensi Jenderal Haji
inase di Jalan Jenderal Jenderal Haji kata Adhitia di lokasi, Senin (19/5). terjadinya genangan air atau limpasan Amir Machmud,
Amir Machmud, Kota Cimahi. Dari ha- Adhitia mengatakan, ada sejumlah air ke permukiman warga," katanya. Kota Cimahi. Dari
sil pengerukan, sedimentasi pada drai- opsi yang akan dilakukan oleh Pemkot Adhitia menambahkan, pihaknya te- hasil pengerukan,
nase tersebut mencapai 30 sentimeter. Cimahi untuk meminimalisasi dampak ngah melakukan pemetaan titik-titik sedimentasi pada
Wali Kota Cimahi, Adithia Yudisthira banjir yang kerap terjadi di Jalan Amir banjir yang ada di Kota Cimahi. Dalam
mengatakan, pengerukan sedimenta- Machmud. Selain pengerukan drainase jangka pendek, Pemkot Cimahi akan drainase tersebut
si di Jalan Amir Machmud merupakan secara berkala, Pemkot Cimahi akan membangun ground tank di titik terse- mencapai 30 sen-
respon atas keluhan warga setempat membangun sebuah tangki bawah ta- but. "Sekarang kita maping dulu, me- timeter.
yang kerap kebanjiran saat hujan lebat. nah atau Ground Tank. mang ada beberapa titik genangan air,"
"Kita lihat, drainase ini dalamnya se- "Ground tank itu fungsinya untuk ujarnya. (rahmat kurniawan)
TRIBUN JABAR/RAHMAT KURNIAWAN

