Page 3 - JABAR_20251126
P. 3
BISNIS&FINANCE
3 RABU, 26 NOVEMBER 2025
Risiko Gagal Bayar
Meningkat
X Dipicu Tingginya Penggunaan Layanan Keuangan Digital
BANDUNG, TRIBUN - Feno-
E
R
P
E
I
N
D
D
I
T
O
H
M
C
E
F
P
S
R
E
I
T
K
S
I
A
O
N
E
mena gagal bayar di layanan PERSPEKTIF HOME CREDIT INDONESIA
pembiayaan mencuat lagi sei- Faktor gagal bayar:
ring meningkatnya penggunaan
layanan keuangan digital, teru- Jika keputusan l Meningkatnya aktivitas pinjaman ilegal.
tama di kalangan mahasiswa. keuangan l Peminjam yang sengaja menghindari pembayaran.
Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) menilai rendahnya lite- tidak dilandasi l Perusahaan melakukan pencegahan dengan veri kasi data
rasi keuangan menjadi pemicu lebih ketat.
utama tingginya risiko gagal pengetahuan dan l Dorongan agar masyarakat hanya menggunakan platform
bayar, sementara tingkat inklu- perilaku yang tepat, pinjaman yang diawasi OJK.
si justru meningkat signifikan. l Memperkuat analisis pengajuan pinjaman dengan data nasa-
Asisten Direktur Pengawas- risiko gagal bayar
an Perilaku Pelaku Usaha Jasa bah untuk mengelola portofolio.
Keuangan (PUJK), Edukasi, akan semakin IMBAUAN OJK
M
I
A
J
N
O
K
B
A
U
dan Perlindungan Konsumen besar.
OJK Jawa Barat Iman K Nugra- l Mahasiswa diminta memveri kasi legalitas penyedia layanan.
ha mengatakan pola pengguna- IMAN K NUGRAHA l Pastikan perusahaan terdaftar dan diawasi OJK.
an layanan keuangan saat ini ASISTEN DIREKTUR PENGAWASAN
menunjukkan ketimpangan, PERILAKU PELAKU USAHA JASA KEUANGAN, l Jangan tergiur penawaran tidak masuk akal.
banyak masyarakat terutama EDUKASI, DAN PERLINDUNGAN
muda aktif memanfaatkan la- KONSUMEN OJK JABAR
yanan digital, tetapi tidak dii- sebagian besar berasal dari la- minjam yang sengaja menghin-
ringi pemahaman yang mema- pa memperhitungkan tujuan yanan ilegal. dari pembayaran.
dai soal risiko, kewajiban, dan keuangan, kemampuan bayar, Karena itu, ujar Iman, OJK Kondisi ini, menurut Andri,
legalitas produk yang mereka maupun konsekuensi hukum. mendorong mahasiswa untuk membuat perusahaan harus
gunakan. “Jika keputusan keuangan memverifikasi legalitas penye- melakukan tindakan pence-
“Survei OJK menunjukkan tidak dilandasi pengetahuan dia layanan. “Selalu pastikan gahan sejak awal, terutama
tingkat literasi keuangan na- dan perilaku yang tepat, risiko perusahaan itu terdaftar dan melalui verifikasi data yang le-
sional berada di angka 50,17 gagal bayar akan semakin be- diawasi OJK. Jangan tergiur bih ketat.
persen, sementara tingkat in- sar,” ujar Iman. penawaran yang tidak masuk “Kami cukup memperhati-
klusinya mencapai 85,10 per- Iman menjelaskan bahwa akal,” kata Iman. kan fenomena ilegal itu. Oleh
sen. Ada gap yang cukup besar. OJK menekankan lima pilar li- Iman mengatakan kegiatan karena itu kami selalu men-
Kita pakai banyak produk ke- terasi keuangan pengetahuan, literasi yang dilakukan industri, dorong masyarakat menggu-
uangan, tapi tidak sepenuhnya keterampilan, keyakinan, sikap, termasuk Home Credit Indo- nakan platform pinjaman yang
paham,” kata Iman saat dite- dan perilaku untuk menekan fe- nesia, merupakan bagian dari terdaftar dan diawasi OJK agar
mui di seminar “#DoITCERDAS nomena gagal bayar, termasuk Gerakan Nasional Cerdas Keu- lebih aman,” ujar Andri.
di Universitas Parahyangan, dari pinjaman legal yang disa- angan (Gencarkan) untuk me- Andri menyatakan Home
Selasa (25/11). lahgunakan maupun keterlibat- ningkatkan literasi secara luas. Credit memperkuat analisis
Menurut Iman, kemajuan an dalam pinjaman ilegal. Head of Collection Operation pada tahap pengajuan pin-
teknologi dan kemudahan ak- Pada 2024, kata Iman, OJK Home Credit Indonesia Andri jaman. “Kami punya cukup
ses aplikasi pembiayaan men- mencatat masih banyak aduan Maulana mengatakan perusa- banyak data untuk memveri-
ciptakan ilusi bahwa proses masyarakat terkait pinjaman haan melihat kecenderungan fikasi nasabah, dan sejauh ini
meminjam itu mudah. Iman yang melibatkan penyalahgu- gagal bayar terkait dua hal, itu membantu kami mengelola
mengatakan banyak mahasis- naan data, bunga tidak wajar, yaitu meningkatnya aktivitas portofolio pinjaman,” ujarnya.
wa mengambil pinjaman tan- hingga tekanan penagihan, pinjaman ilegal dan adanya pe- (putri puspita)

